Breaking News

Berita Politik

Luka Hati Megawati ke Jokowi Dinilai Lebih Sakit dari SBY, Pengamat: Sulit Dicarikan Obatnya

"Luka hati elite PDIP sulit dicarikan obatnya entah sampai kapan, saya tidak bisa memprediksi, ini sepertinya lukanya jauh lebih menyakitkan,"

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Dok PDIP dan BPMI Setpres
Luka Hati Megawati ke Jokowi Dinilai Lebih Sakit dari SBY, Pengamat: Sulit Dicarikan Obatnya 

Luka Hati Megawati ke Jokowi Dinilai Lebih Sakit dari SBY, Pengamat: Sulit Dicarikan Obatnya

SERAMBINEWS.COM – Moment lebaran Idul Fitri 1445 H tampaknya tak begitu digunakan oleh elit PDIP maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk saling menyambangi.

Terlebih tidak adanya agenda pertemuan dalam waktu dekat antara Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno berpendapat pertemuan Jokowi dengan Megawati sulit terwujud.

"Titik kulminasinya adalah sikap politik yang berbeda antara Jokowi dan Megawati di Pilpres 2024,” katanya, Minggu (14/4/2024).

 "Pertemuan ini mungkin bagi Jokowi adalah suatu yang penting dalam suasana lebaran, tapi tanda-tanda alam sampai detik ini saya termasuk yang tidak yakin pertemuan ini bisa terealisasi," sambungnya, dilansir dari Tribunnews.com.

Menurut Adi Prayitno, luka hati Megawati kepada Jokowi ini lebih menyakitkan daripada Megawati dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Menurut saya luka hati elite PDIP sulit dicarikan obatnya entah sampai kapan, saya tidak bisa memprediksi, tapi kalau melihat apa yang terjadi pada SBY dengan Megawati, (dengan Jokowi) ini sepertinya lukanya jauh lebih menyakitkan."

"Saya menghitung 20 tahun lebih Megawati belum bisa bertemu dalam satu forum yang  sudah di-design dengan Pak SBY, yang saya kira persoalan politiknya tidak terlalu serius," urai Adi Prayitno.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri (tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)

Baca juga: Ketua TKN Prabowo-Gibran Dua Kali Bertemu Megawati Dalam Sehari, Hasto PDIP Ungkap Isi Pembicaraan

Adi menilai ada luka mendalam yang ditinggalkan efek perbedaan politik di Pilpres 2024.

Sehingga, luka hati ini sangat sulit dihilangkan dan cukup membekas bagi Megawati.

"Bukan hanya kecil bagi saya ada gembok yang susah dibuka untuk melakukan pertemuan ini dan sangat kelihatan statemen elite PDIP mereka itu menutup pintu cukup rapat untuk tidak bertemu dengan Pak Jokowi," lanjut Adi Prayitno.

Apalagi, saat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut harus ada pertemuan dengan anak ranting PDIP dulu, sebelum bertemu dengan Megawati.

"Saya kira itu bentuk penolakan secara eksplisit yang disampaikan PDIP, karena memang kalau Megawati terbuka ketemu Jokowi, (tentu) syarat itu tidak ada."

"Bertemu pengurus ranting PDIP itu bukan perkara gampang, karena ngga semua orang bisa bertemu atau mengumpulkan ranting-ranting ini," tutur Adi Prayitno.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved