Berita Politik

Luka Hati Megawati ke Jokowi Dinilai Lebih Sakit dari SBY, Pengamat: Sulit Dicarikan Obatnya

"Luka hati elite PDIP sulit dicarikan obatnya entah sampai kapan, saya tidak bisa memprediksi, ini sepertinya lukanya jauh lebih menyakitkan,"

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Dok PDIP dan BPMI Setpres
Luka Hati Megawati ke Jokowi Dinilai Lebih Sakit dari SBY, Pengamat: Sulit Dicarikan Obatnya 

Adi menilai syarat ini terlalu mengada-ada.

"Ini syarat yang sangat mustahil diwujudkan, kan enggak mungkin presiden berkeliling atau mengumpukan mereka. Ini syarat yang mengada-ada," tambah Adi Prayitno.

Baca juga: Presiden Jokowi Lebaran di Jakarta, Buka Halalbihalal untuk Masyarakat di Hari Pertama IdulFitri

Presiden Joko Widodo (baju putih)
Presiden Joko Widodo (baju putih) (KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA A)

Diketahui, hubungan Megawati dengan SBY seperti mengalami perang dingin selama hampir dua dekade.

Padahal, keduanya pernah sama-sama duduk dalam Kabinet Gotong Royong pada periode 2001-2004 silam.

Kala itu, Megawati yang diangkat sebagai Presiden ke-5 RI menunjuk SBY sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam).

Akan tetapi, setelah SBY menggantikan Megawati dari kursi presiden pada 2004, keduanya jarang bertemu.

Bahkan, publik menilai hubungan mereka mulai renggang. 

Soal hubungannya dengan Jokowi, kata Adi, pihaknya belum bisa menemukan jawaban.

"Ini dengan Pak Jokowi yang kebersamaanya 23 tahun tiba-tiba pisah di tengah jalan."

"(Mencairkan hubungan) Ini yang belum ada jawaban, dan agak rumit dirumuskan," ujar Adi Prayitno.

Baca juga: Megawati: Kalau Ada yang Mau Bantah Saya Datang, Jangan Saya Dibully, Jangan Dipotong-potong

Senada dengan Adi Prayitno, Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, juga menilai, pertemuan Megawati dengan Jokowi bakal sulit terjadi dalam waktu dekat ini. 

Sebab, menurut Ray, Megawati dan jajaran keluarga PDIP sulit menerima kehadiran Jokowi pasca-Pemilu 2024.

"Kalau dengan Jokowi dalam waktu dekat atau lama, rasanya tidak akan ketemu dengan Megawati."

"Sangat sulit memahami apalagi mentolerir apa yang dilakukan Jokowi kepada Megawati dan keluarga besar PDIP, bahkan jika kita berada di sudut yang netral sekalipun," kata Ray, Sabtu (13/4/2024).

Ray juga meyakini, bahwa Megawati dan keluarga besar PDIP tidak akan mudah memaafkan, apalagi melupakan apa yang dilakukan Jokowi demi memuluskan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dalam memenangkan Pilpres 2024.

Belum Ada Silaturahmi

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved