Kupi Beungoh
Dana Otsus dan Masa Depan Pendidikan di Aceh: Mungkinkah Pemerataan?
Peran Gubernur, dinas pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar terlajankan pendidikan yang layak untuk Aceh secara keseluruhan.
Banda Aceh – Perkembangan pendidikan di Banda Aceh kian maju, hal itu terlihat dari sekolah yang sudah di lengkapi dengan Tenaga Pengajar yang ahli di bidangnya serta fasilitas yang sangat baik, dari ruang kelas, laboratorium, ruang pustaka dan fasilitas kesehatan.
Namun, kemajuan pendidikan di Ibukota Provinsi Aceh ini tidak turut di rasakan bagi Siswa yang tinggal di pulau terdepan, terluar dan tertinggal (3T), salah satunya di wilayah Bener Meriah. Daerah ini masih terdapat murid yang kesekolah harus menempuh jarak 70-80 kl dengan kondisi jalan yang tidak baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan II, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Fairus, SAg MA di ruangannya, senin (29/04/2024).
Dari segi intelektual atau wawasan yang dimiliki siswa yang tinggal di wilayah perkotaan dan Wilayah 3T juga memiliki perbedaan dimana siswa yang tinggal di perkotaan memiliki wawasan yang lebih baik salah satunya dari segi bahasa, siswa yang bersekoah di kota memiliki bahas inggris yang bagus.
“Untuk menyelesaikan permasalah tersebut diharapkan agar adanya pemerataan tenaga pengajar yang ahli dan peningkatan fasilitas yang dimiliki di kawasan 3T tanpa mengurangi kelayakan fasilitas dan tenaga pengajar di Ibukota Aceh,” harapnya.
Informasi terkait magang, beasiswa harus di berikan secara terbuka agar dapat diketahui dan diikuti oleh seluruh siswa.
Peran Gubernur, dinas pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar terlajankan pendidikan yang layak untuk Aceh secara keseluruhan.
Baca juga: Fakta Baru Tewasnya Brigadir RAT, Diduga Tewas Akhiri Hidup, Jadi Pengawal Tanpa Izin
Baca juga: 3 Adab Tidur Rasulullah, Ruangan Harus Gelap, dr Zaidul Akbar Ungkap Alasannya
Tanggung jawab dari pihak yang berperan dekat dengan jalur pendidikan seperti kepala dinas pendidikan, majelis pendidikan, kepala sekolah serta guru sangat diharapkan.
“Kita bayar pajak dan dari pajak itu memang ada dana yang dialokasikan untuk pendidikan jadi yaa diharapkan tidak ada aspek-aspek pendidikan yang tidak terpenuhi,” tegasnya.
Wadek II tersebut juga mengatakan Aceh masih mendapat Dana Otonomi Khusus (otsus) sebagai bantuan dari pemerintah pusat terhadap wilayah yang mengalami bencana Tsunami hingga tahun 2028, seharusnya jika dana ini digunakan dengan maksimal maka pendidikan di Aceh akan lebih baik.
Di akhir wawancara, Dosen tersebut menyampaikan bahwa bagaimanapun hal mendasar dalam pendidikan bukan hanya pada keilmuannya saja tetapi dari Karakter siswa dan orang yang terlibat dalam pendidikan itu.
“Ilmu harus diiringi dengan pendidikan karakter agar tidak sia sia, karena sebagai manusia barus berilmu dan harus dapat memanusiakan manusia itu yang paling penting,” tuturnya.
Penulis: Khairani Akrami mahasiswi KPI UIN Ar-Raniry
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Khairani-Akrami-mahasiswi-KPI-UIN-Ar-Raniry.jpg)