Selasa, 2 Juni 2026

Kupi Beungoh

Harmoni Tim Medis: Mengabungkan Kekuatan Profesional Untuk Memberikan Pelayanan Bersama

Dengan praktik kolaboratif yang efektif, layanan kesehatan dapat dioptimalkan, sistem kesehatan diperkuat, dan hasil dari pelayanan kesehatan meningka

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Andi Mulyadi, Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala 

*) Oleh: Andi Mulyadi

SERAMBINEWS.COM - Pada tanggal 1 September 2010 Worlk Health Organization (WHO) mengeluarkan seruan dengan tema Framework For Action On Interprofesional Education And Collaborative Practice.

Dimana inti dari seruan tersebut adalah pendidikan interprofesional diakui oleh organisasi kesehatan dunia sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan praktik kolaboratif dalam pelayanan kesehatan.

Dengan praktik kolaboratif yang efektif, layanan kesehatan dapat dioptimalkan, sistem kesehatan diperkuat, dan hasil dari pelayanan kesehatan meningkat.

Banyak bukti penelitian menunjukkan bahwa praktik kolaboratif dapat memberikan berbagai manfaat, termasuk peningkatan kepuasan pasien dan perawat, pengobatan yang lebih baik untuk penyakit kronis, pengurangan kunjungan rawat jalan, dan peningkatan keselamatan pasien.

Pendidikan interprofesional yang efektif juga dapat menumbuhkan rasa saling menghormati di antara profesi kesehatan, menghilangkan stereotip yang merugikan, dan membangun etika yang berpusat pada pasien dalam praktik pelayanan kesehatan.

Dengan bekerja secara kolaboratif, petugas kesehatan dapat mengatasi tantangan sistem kesehatan global yang semakin kompleks.

Salah satu implementasi strategi nasional di Nepal yang menyatukan fakultas keperawatan dan kedokteran sebagai contoh pengembangan kurikulum terpadu untuk memperkuat hubungan antara profesi kesehatan.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dalam pelayanan kesehatan dan mengatasi masalah kesehatan tertentu, seperti tingginya angka kematian bayi baru lahir.

Harmoni dalam tim medis dapat dicapai melalui pendidikan interprofesional, komunikasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, dan budaya kerja kolaboratif.

Dengan menggabungkan kekuatan profesional dari berbagai profesi kesehatan, pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan, pasien dapat menerima perawatan yang holistik, dan hasil kesehatan yang lebih baik dapat dicapai.

Dengan demikian, inti dari seruan WHO tersebut menyoroti pentingnya pendidikan interprofesional, praktik kolaboratif, pengembangan kurikulum terpadu, dan harmoni dalam tim medis sebagai langkah-langkah kunci dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan hasil kesehatan secara keseluruhan.

Bagaimana penerapan IPC saat ini di Serambi Mekkah ?

Fenomena saat ini interprofesinal colaboration di provinsi Aceh sendiri masih belum berjalan dengan maksimal.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di salah satu rumah sakit daerah di kota Banda Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved