Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Perang Gaza

Tentara Israel Frustasi Cari Yahya Sinwar, Pimpinan Hamas yang Diklaim Sembunyi di Terowongan

Menurut surat kabar tersebut, “Kedua pejabat tersebut tidak dapat menentukan lokasi Sinwar saat ini dengan pasti, namun mereka mengutip penilaian inte

Editor: Ansari Hasyim
X Israel Defense Forces via Al Jazeera
Tangkapan layar video yang diklaim Israel menampilkan sosok pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, bersama anggota keluarganya di sebuah terowongan. Israel menyebut video itu direkam pada 10 Oktober lalu. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah surat kabar Israel mengutip pejabat tentara pendudukan yang mengatakan bahwa Yahya Sinwar, pemimpin Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Jalur Gaza, tidak berada di kota Rafah.

Pada saat tentara pendudukan Israel bergerak untuk menyerang kota Rafah, yang terletak di ujung selatan Jalur Gaza, surat kabar Times of Israel melaporkan dalam sebuah laporan, mengutip dua sumber yang dikatakan mengetahui masalah tersebut, dengan mengatakan, “Sinwar tidak bersembunyi di Rafah.”

Menurut surat kabar tersebut, “Kedua pejabat tersebut tidak dapat menentukan lokasi Sinwar saat ini dengan pasti, namun mereka mengutip penilaian intelijen baru-baru ini yang menunjukkan bahwa pemimpin Hamas berada di terowongan bawah tanah di daerah Khan Yunis , sekitar 8 kilometer sebelah utara Rafah.”

Pejabat ketiga mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Sinwar masih berada di Gaza.

Baca juga: Diduga Sembunyi di Terowongan, Media: Petinggi Hamas Yahya Sinwar Ternyata Bersama Pasukan Hamas

Dia menunjukkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengangkat kemungkinan operasi militer Israel di Rafah sebagai agenda publiknya, dengan keyakinan bahwa menargetkan kepemimpinan Hamas tetap menjadi tujuan utama perang Israel di Gaza juga.

Ketua sayap politik gerakan Hamas Palestina di Jalur Gaza Yahya Sinwar menghadiri rapat umum untuk mendukung masjid al-Aqsa Yerusalem di Kota Gaza pada 1 Oktober 2022. Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar dikabarkan dikepung dan terisolasi di dalam bungkernya. Pengepungan itu terjadi saat tentara Israel masuk ke Gaza.
Ketua sayap politik gerakan Hamas Palestina di Jalur Gaza Yahya Sinwar menghadiri rapat umum untuk mendukung masjid al-Aqsa Yerusalem di Kota Gaza pada 1 Oktober 2022. Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar dikabarkan dikepung dan terisolasi di dalam bungkernya. Pengepungan itu terjadi saat tentara Israel masuk ke Gaza. (MAHMUD HAMS/AFP)

Laporan surat kabar tersebut mengatakan, "Israel telah menjadikan pemusnahan Sinwar sebagai elemen penting dalam tujuannya menghancurkan Hamas."

Dia menambahkan bahwa pada bulan Februari lalu, tentara Israel menerbitkan rekaman yang menunjukkan Sinwar berjalan melalui terowongan bersama beberapa anggota keluarganya, yang merupakan pertama kalinya dia terlihat sejak 7 Oktober lalu, katanya.

Surat kabar Israel menilai bahwa tentara pendudukan mencapai “beberapa keberhasilan” dalam menargetkan para pemimpin Hamas, karena mereka membunuh wakil komandan sayap militer gerakan tersebut, Marwan Issa – pemimpin ketiga gerakan tersebut di Gaza – bersama dengan para pemimpin senior lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Dia menambahkan, “Tetapi Sinwar dan wakilnya, kepala sayap militer, Muhammad al-Deif , tetap berada di luar jangkauan, meskipun pejabat Israel berulang kali mengklaim bahwa tentara Israel mendekati mereka.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved