Berita Aceh Timur
Boat Nelayan Aceh Timur Dihantam Kapal Kargo saat Menjaring Ikan di Perairan Selat Malaka
Ingin menghidupkan mesin untuk menghindar dari hantaman, namun tidak sempat, lalu kapal kargo itu langsung menghantam boat nelayan hingga terbelah dua
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Kapal nelayan Aceh Timur asal Bagok dihantam kapal kargo hingga terbelah dua saat sedang menjaring ikan di perairan Selat Malaka.
Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 21.00 WIB.
Informasi diperoleh Serambinews.com dari Ismail salah satu keluarga korban saat itu, kapal nelayan jenis Oskadon yang berisi tiga orang nelayan satu pawang boat bernama Muzakir (39) dan dua lagi Muhammad Dewa (29) serta Muhammad Riski (22), sedang menjaring ikan di atas Kuala Bagok, atau masuk ke dalam perairan Selat Malaka.
“Saat itu, boat milik mereka dimatikan mesinnya karena menjaring ikan. Baru selesai satu jaring diangkat, mereka melihat ke arah samping ada satu kapal kargo berukuran besar sudah sangat dekat dengan mereka,” ujarnya.
Baca juga: Nelayan Buang 3 Ton Ikan Hasil Tangkapan di PPS Lampulo, Harga Anjlok & Cold Storage Over Kapasitas
Ingin menghidupkan mesin untuk menghindar dari hantaman, namun tidak sempat, lalu kapal kargo itu langsung menghantam boat nelayan hingga terbelah dua.
Ketiga nelayan itu kemudian terapung karena tersangkut di ekor boat yang ada pelampung. Mereka terapung semalaman di perairan Selat Malaka itu.
“Beruntung, besoknya pada siang hari ada boat nelayan asal Pangkalan Susu yang melintas di perairan itu. Kemudian mereka diselamatkan dan dibawa pulang ke TPI Gampong Teupin Pukat,” tutur Ismail.
Ketiganya saat ini sudah kembali beraktivitas. Kerugian dari kejadian naas itu diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
“Menurut keterangan dari ketiganya, pada malam itu kapal kargo yang melintas lebih banyak dari biasanya,” paparnya.(*)
| Bantah Rampas Lahan Warga, PT Bumi Flora Tegaskan Legalitas HGU dan Rekam Jejak Kompensasi |
|
|---|
| Lansia Pengidap Pikun di Aceh Timur Ditemukan Terapung di Sungai |
|
|---|
| Menuju Birokrasi Modern, Aceh Timur Berlakukan Kebijakan WFH Tiap Jumat |
|
|---|
| 62 Peserta Didik SMA Negeri 1 Peureulak Lulus di SPAN PTKIN 2026 |
|
|---|
| 523 Murid SMA dan SMK di Aceh Timur Lulus SNBP, Meningkat Dibanding 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nelayan-9k.jpg)