Citizen Reporter
Ulsan, Kota Industri Andalan Hyundai
Kota ini menjadi pintu keluar terbesar produk Korsel untuk didistribusikan ke seluruh dunia. Bukan saja untuk ekspor mobil, alat berat, kapal, juga pr
Prof. Dr. ISHAK HASAN, M.Si., Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh, melaporkan dari Seoul, Korea Selatan
Perjalanan dengan bus dari Busan ke Ulsan hanya butuh waktu 1 jam 25 menit. Ulsan adalah kota industri dan pelabuhan terbesar di Korea Selatan (Korsel). Kota ini merupakan "Rumah untuk Hyundai" sekaligus kota andalan dari rangkaian bisnis Hyundai.
Hal ini dikarenakan pabrikasi industri mobil Hyundai dan Heavy Industries Hyundai yang terkenal di seluruh dunia bermarkas di kota ini.
Kota ini menjadi pintu keluar terbesar produk Korsel untuk didistribusikan ke seluruh dunia. Bukan saja untuk ekspor mobil, alat berat, kapal, juga produk kimia, kosmetika, dan produk lainnya yang terkenal di Korea. Di kota ini pernah dilangsungkan pertemuan APEC Busan 2005.
Kawasan Nurimaru APAC House yang indah di sisi pantai berada tidak jauh dari hotel kami menginap, tempat pertemuan pimpinan negara APEC. Lokasinya sangat sesuai untuk memanjakan mata dan juga berolahraga.
Cuaca di Busan sangat cerah dan nyaman. Suhu berkisar 12 hingga 18 derajat Celsius. Matahari musim semi sudah singgah di Busan sejak Maret hinggai awal Mei.
Saat kami di sana, 24 April 2024, sakura sudah dua minggu meninggalkan Busan. Yang tersisa hanyalah bunga azelia yang penuh warna bermekaran di sisi tepian jalan, taman, dan kawasan kampus. Musim semi yang nyaman.
Pagi hari pukul 08.00 lewat 10 menit waktu Busan kami bergerak dengan bus dari Hotel The Westin Josun di tepian pantai Haeundae nan indah dan teduh ke Kota Ulsan. Hotel ini menghadap ke laut Jepang. Hanya berjarak 190 km dari kepulauan Jepang seperti Kyushu dan Honshu. Tepian pantai ini ramai dikunjungi dan dilalui karena banyak penduduk beraktivitas di area ini sampai larut malam. Maklum, di sini tersedia gerai jajanan, kuliner seafood, pertunjukan seni, dan aktivitas olahraga. Pantai Haeundae terhubung langsung dengan pusat bisnis dan jaringan moda transportasi umum di Busan.
Sebelum ke Ulsan, di Hotel The Westin Josun kami banyak disuguhi informasi lebih dalam dari berbagai narasumber terkemuka tentang kemajuan yang dicapai perguruan tinggi Korsel. Hampir semua pimpinan perguruan tinggi yang berada di timur dan tenggara Korsel hadir bertukar pengalaman dengan 17 rektor yang diikutkan Kemdikbudristek RI dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Perguruan Tinggi (PKKPT) untuk Rektor.
Pertemuan dua hari dengan para rektor Korsel di Busan memberi kami banyak pengalaman berharga dalam melakukan inovasi dan improvisasi bagi perguruan tinggi di Indonesia. Pengalaman yang bisa dipetik di antaranya adalah dalam hal tata kelola perguruan tinggi yang modern dengan budaya kerja yang inovatif, fokus, produktif, menjunjung tinggi nilai efisiensi, dan budaya disiplin yang tinggi.
Budaya akademik, strategi, dan hasil-riset mereka patut dijadikan contoh untuk diterapkan di perguruan tinggi masing-masing. Kolaborasi yang sangat kuat antara perguruan tinggi dan dunia industri di Korsel telah memberi manfaat yang luar biasa bagi kemujuan perguruan tinggi dan industri. Demikian pula sebaliknya. Keduanya saling berkontribusi dalam menyumbang kemajuan bagi bangsa Korea.
Peran perguruan tinggi untuk kemajuan dunia industri dan bisnis di Korsel telah membuahkan hasil manis yang luar biasa sejak lebih dari lima dekade lalu dan berlanjut hingga kini. Hampir semua sektor berkembang dengan baik di Korsl dikarenakan kreativitas anak-anak muda mereka sebagai hasil dari tempaan berbagai perguruan tinggi hebat di Korea telah menjadi pionir yang berada di garis depan dalam memodernkan Korea.
Korporasi global Korsel seperti Hyundai, KIA Motor, Yong Ma, Samsung, LG, Daewoo, dan lain-lain telah menjadikan Korsel tumbuh sebagai negara maju dan kaya di Asia Timur. Dalam waktu dekat, bahkan dalam beberapa hal, termasuk pendapatan per kapita, mereka sudah melampaui dan hampir mengalahkan Jepang.
Kemajuan Korsel bukanlah hasil yang didapat begitu saja. Di balik kemajuan itu tentu ada banyak cerita duka. Penjajahan Jepang selama 35 tahun (1910-1945) dan sengitnya perang saudara sejak 25 Juni 1950 hingga 27 Juli 1953 telah menjadikan bangsa Korea terpecah. Perjalanan sejarah pahit telah menyisakan kepedihan yang amat dalam bagi bangsa Korea. Namun, setelah berpisah dengan saudaranya, Korea Utara, akibat perang dan penjajahan Jepang sebelumnya, Korsel sebagai negara berdaulat mulai bangkit, menata diri, dan berlari kencang.
Pernak-pernik politik, hegomoni, konspirasi baik di internal maupun yang datang dari eksternal mereka tinggalkan. Hasilnya, Korsel tumbuh menjadi negara maju dan modern hingga kini. Tidak ada kata menyerah, meski terempas akibat perang dan kepiluan yang diderita di awal.
Citizen Reporter
Penulis Citizen Reporter
Penulis CR
Kota Industri Andalan Hyundai
Kota Ulsan
Ishak Hasan
Prof Ishak Hasan
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
| TPQ Ahlul Fikri Gelar Festival Ramadhan di Gampong Cot Yang, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini |
|
|---|
| Sikap Cerdas Indonesia Bangun Hotel di Pusat Peradaban Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ISHAK-HASAN-BARU-OK.jpg)