Opini
Saatnya Ulama Memimpin Aceh
Keberhasilan Sultan Iskandar Muda menghantarkan Aceh menuju puncak kejayaan karena beliau bukan hanya memiliki ilmu dunia tapi juga alim ilmu agama se
Tu Sop bukan hanya Ulama tarbiyah (pendidik ummat) tetapi juga Ulama pergerakan (Ulama harakah) karena terlibat dalam politik praktis dan sosial kemasyarakatan. Wawasan dan genetika politik juga terwarisi dari keluarga besarnya. Orang tuanya, Tgk Abdul Wahab Hasbullah seorang Ulama yang tidak hanya mendidik Ummat tetapi terlibat politik praktis sebagai tokoh Partai Islam Perti bersama ulama besar lainnya seperti Abu Hasan Krueng Kalee.
Paman dari pihak ibunya terlibat politik perjuangan Aceh Merdeka pimpinan Tgk Hasan di Tiro tahun 1970-an. Tgk. H Abdul Aziz bin Shaleh (Abon Aziz) diangkat sebagai Gubernur GAM pertama wilayah Batee Iliek (Alcaidar, GAM: Jihad Rakyat Aceh Mewujudkan Negara Islam, hlm. 150). Abon Aziz pernah ditangkap aparat negara, kemudian fokus memimpin dayah MUDI Samalanga dan melahirkan banyak ulama pimpinan dayah saat ini. Adik bungsu ummi Tu Sop, Tgk Abdullah bin Shaleh (Abon Dolah) dipercayakan sebagai Kadhi (Ketua Mahkamah Agung) dalam struktur pemerintahan GAM yang sangat dihormati dan disegani. Ia meninggal di hutan Jeunieb pada tahun 2003 saat konflik berkecamuk.
Aceh membutuhkan pemimpin yang karismatik, cerdas, berwibawa serta bisa diterima semua kalangan seperti sosok Tu Sop untuk mempersatukan berbagai elemen rakyat Aceh. Pemimpin yang memiliki kriteria paling lengkap untuk kebangkitan Aceh ke depan. Bukan pemimpin yang memiliki ego sentris demi untuk mendapatkan keuntungan bagi kelompoknya karena ini akan mengakibatkan Aceh semakin terpecah, lemah dan ambruk.
Menurut hasil survei yang digelar lembaga e-TRUST akhir tahun 2022, Tu Sop masuk 3 besar calon Gubernur dengan elektabilitas paling tinggi meskipun ia belum mendeklarasikan diri dan bukan elit politik atau bukan pimpinan parpol. Sementara dua nama lainnya politisi senior dan pimpinan parpol (Serambinews, 29/12/2022). Tu Sop dipilih karena kecerdasan, memiliki jiwa kepemimpinan, tokoh ulama populer karena aktif mengisi pengajian majlis ta’lim.
Aceh bumoe Aulia sudah pernah dipimpin oleh beberapa Profesor (akademisi), birokrat, praktisi, aktivis, pengusaha, Polri, TNI dan GAM. Saatnya Aceh kembali dipimpin ulama demi mewujudkan Aceh damai, makmur dan sejahtera secara berkeadilan untuk seluruh rakyat Aceh dan masa depan keturunan kita nantinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mukhtar-Syafari-4849.jpg)