Suami Aniaya Istri hingga Babak Belur di Lampung, Pemicunya Cemburu

Rohmadi menjelaskan, kasus penganiayaan yang melibatkan BS terjadi pada Jumat, 3 Mei 2024, di salah satu kamar hotel di Pringsewu.

Editor: Faisal Zamzami
Dokumentasi Polres Pringsewu
Pelaku BS (33) ditangkap polisi karena KDRT. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang perempuan di Pringsewu, Lampung, dianiaya suaminya sendiri hingga babak belur.

Parahnya, pelaku yang berinisial BS (33) ini kabur ke Pulau Jawa setelah aniaya istrinya sendiri.

Kapolsek Pringsewu Kota, Kompol Rohmadi menuturkan, BS merupakan warga Pekon Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu.

Ia ditangkap di Lebak, Banten, Minggu (19/5/2024) kemarin.

Rohmadi menjelaskan, kasus penganiayaan yang melibatkan BS terjadi pada Jumat, 3 Mei 2024, di salah satu kamar hotel di Pringsewu.

“Kasusnya BS menganiaya istrinya sendiri yang berinisial QA (31) hingga babak belur,” kata Rohmadi, Selasa (21/5/2024).

Pelaku menganiaya korban dengan cara melempar HP, menendang, dan memukul berulang kali di beberapa bagian tubuhnya.

Akibatnya, korban mengalami luka memar di mata kanan dan kiri, luka lebam di lengan dan kaki, serta bengkak di bagian kepala.

“Penganiayaan tersebut berhenti setelah korban berhasil kabur dan meminta pertolongan petugas keamanan hotel,” ucapnya.

Baca juga: Fakta Suami Aniaya dan Sekap Istri di Kandang Sapi, Korban Dirantai hingga Berhasil Kabur

Korban kemudian mendapatkan perawatan medis dan visum di rumah sakit serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pringsewu Kota.

Menurut Rohmadi, setelah menganiaya istrinya, pelaku kabur ke Jawa Tengah setelah mengetahui bahwa ia diburu polisi.

“Pelaku berpindah tempat dan bersembunyi di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Banten,” jelasnya.

Kapolsek mengungkapkan bahwa alasan cemburu menjadi pemicu BS nekat menganiaya istrinya hingga babak belur.

“Awalnya, pelaku melihat ada notifikasi panggilan dan chat dari pria lain di HP korban, kemudian timbul rasa cemburu yang membuat BS menganiaya korban,”jelasnya.


“BS semakin kalap menganiaya korban karena sebelumnya memang sudah terjadi perselisihan dan keretakan dalam rumah tangganya,” tambah Rohmadi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved