Jurnalisme Warga

Kemujaraban Khanduri di Aceh

Nyaris setiap ada momen, khanduri selalu dilaksanakan.  Sejak  lahir hingga meninggal dunia.  Bagi orang Aceh, tiada hari tanpa khanduri.

Editor: mufti
IST
Prof. Dr. Phil. ABDUL MANAN, S.Ag., M.Sc., M.A., Guru Besar Antropologi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Banda Aceh 

Prof. Dr. Phil. ABDUL MANAN, S.Ag., M.Sc., M.A., Guru Besar Antropologi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Banda Aceh

 ACEH memiliki budaya yang beragam, spesifik, kaya, dan unik. Salah satu budaya itu adalah kenduri.  Bahasa setempat menyebutnya ‘khanduri’.  Artinya, perjamuan makan untuk memperingati peristiwa sebagai wujud rasa sedih, senang, syukur, minta berkat, dan sebagainya.

Di Aceh khanduri, telah terintegrasi dan menjadi bagian terpenting dalam hidup dan kehidupan masyarakat. Sehingga, setiap aktivitas masyarakat, belum afdal jika tidak dimulai dan diakhiri dengan khanduri.

Nyaris setiap ada momen, khanduri selalu dilaksanakan.  Sejak  lahir hingga meninggal dunia.  Bagi orang Aceh, tiada hari tanpa khanduri.

Aceh, saat ini, telah dilanda  modernisasi yang luar biasa. Hal ini ditandai dengan cara berpikir masyarakatnya yang semakin maju,  perkembangan zaman dan teknologi yang pesat.

Namun, budaya  khanduri selalu lekat di hati, tetap mengakar,  dipertahankan,  dijaga dan relevan dalam  kearifan lokal. Budaya khanduri tidak lapuk di panas dan tidak lekang di hujan.

Ringkasnya, meskipun terjadi perubahan sosial dan teknologi, budaya  khanduri  tetap bertahan dan memiliki nilai signifikan bagi masyarakat,  baik dari aspek agama, budaya, maupun sosial.

Masyarakat Aceh  telah mampu membedakan mana tradisi atau budaya yang dapat dipertahankan dan dilestarikan, walaupun terkadang banyak yang berpaham, tradisi tersebut   bertentangan dengan ajaran Islam, agama yang mayoritas dianut oleh masyarakat Aceh.

 

Nah, tulisan singkat ini, ingin menelusuri, memahami, dan memaparkan tentang tradisi khanduri dalam masyarakat Aceh,  termasuk bagaimana tradisi ini berinteraksi dengan nilai-nilai Islam.

Selain itu, reportase ini  juga untuk memahami signifikansi budaya dan sosial dari tradisi khanduri dalam konteks masyarakat Aceh serta implikasinya terhadap pemahaman tentang identitas budaya dan agama di wilayah ini.

Penekanan akan pentingnya memahami dan menelusuri tradisi khanduri yang tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat Aceh.

Sebab,  dengan  memahami tradisi ini secara mendalam, masyarakat akan dapat mempertahankan nilai-nilai budaya mereka sembari mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang agama dan tradisi.

Hasil penelitian telah membuktikan bahwa khanduri memiliki kemujaraban (kemanjuran, bermanfaat) dalam memperkuat hubungan sosial antarwarga, memperdalam nilai keagamaan, dan mempertahankan warisan budaya lokal.

Selain itu, terdapat integrasi antara nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai lokal dalam pelaksanaan budaya khanduri yang mengindikasikan adaptasi dan evolusi budaya masyarakat Aceh.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved