Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

PARAH, Listrik Padam Berkali-kali Warga Serang Medsos PLN

Apa maksudnya 5 menit sekali hidup-mati listrik. Kok tak berubah-ubah PLN dari dulu. Katanya surplus arus. Ina, Warga Ingin Jaya

Editor: mufti
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Listrik di Aceh Mati-Hidup-Mati-Hidup, Warga Serang Medsos PLN, PLN Aceh: Mohon Maaf, Ada Gangguan 

Apa maksudnya 5 menit sekali hidup-mati listrik. Kok tak berubah-ubah PLN dari dulu. Katanya surplus arus. Ina, Warga Ingin Jaya

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Listrik byarpet alias menyala dan padam secara berulang-ulang dalam dua hari terakhir meresahkan warga Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan beberapa kabupaten lain di Aceh. Di grup-grup WhatsApp dan Facebook beredar keluhan hingga umpatan terhadap kinerja perusahaan milik negara itu.

Di kawasan Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar,  misalnya, listrik padam  lebih dari 7 kali dalam satu jam tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisi ini jelas membuat alat-alat yang menggunakan listrik sangat rawan rusak. “Apa maksudnya 5 menit sekali hidup-mati. Kok tak berubah-ubah PLN dari dulu. Katanya surplus arus,” kata seorang perempuan, Ina, kepada Serambi saat mencari lilin di sebuah warung pinggir Jalan Raya Lambaro, Selasa (4/6/2024) malam

Pada siang hari, khususnya saat kedatangan Wali Nanggroe Aceh ke Kantor Serambi di Meunasah Manyang, Aceh Besar, juga terjadi hal serupa. Berdasarkan perhitungan Serambi, lebih dari 9 kali listrik hidup-mati. Bahkan, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haythar bersama rombongan ikut merasakan suasana gelap ketika  listrik mati saat berbincang dengan awak redaksi.

Seorang warga di Limpok Aceh Besar, Ica, mengaku listrik di rumahnya sudah padam sejak pukul 10.00 WIB pada Selasa (4/6/2024). “Sudah dari jam 10 tadi, sampai sekarang belum hidup” ujarnya, saat ditanya Serambi pada  pukul 13.30 WIB.

Hal ini dialami juga seorang ibu rumah tangga bernama Eva di Lambaro Skep, Banda Aceh, Selasa (4/6/2024). Pemadaman listrik jelang Magrib membuat Eva harus pontang-panting mencari air untuk berwudhu guna menjalankan shalat Magrib.

Pasalnya, listrik yang tiba-tiba mati membuat ibu rumah tangga ini tidak sempat menampung air di bak.

“Terpaksa saya harus pergi ke rumah ponakan yang lumayan jauh hanya untuk berwudhuk. Untung saja, ponakan ada stok air di bak kamar mandinya,” tukas Eva, tadi malam.

Di Langsa juga sempat terjadi pemadaman sekitar setengah jam tadi malam. Sebagian besar kota Langsa pun gelap gulita. Pada pukul 22.30 WIB Selasa (4/6/2024), listrik di wilayah Kota Langsa menyala kembali.

Pantauan Serambi di akun Instagram PLN UP3 Banda Aceh @plnup3bandaaceh, sejumlah warganet memberikan komentar atas kondisi yang mereka alami. Mereka kecewa dengan kondisi listrik yang kerap hidup-mati dan khawatir bisa merusak barang elektronik di rumahnya. “Haloo PLN, bisa tolong jangan nyala mati nyala mati teruss gaa? Kulkas,ac, chargeran dan elektronik bisa rusak kalo sebentar nyala sebentar mati gini,” ujar @rozannawr.

@irvanapril “Idop mati idop mati tros udah mau 5x idop mati idop mati, ga profesional x rusak yg ada electronik drumah,” ujar @ejer78.  “Kalau ada alat elektronik di rumahku yang rusak kutuntut kalian PLN karena listrik hidup mati terus hari ini.”

Belajar dalam kegelapan

Kondisi listrik yang byarpet juga dikeluhkan warga di Nagan Raya. Anak-anak terpaksa belajar dalam gelap menggunakan lilin karena saat ini sedang ujian akhir sekolah. Data yang diperoleh Serambi, listrik padam pada Senin malam di Suka Makmue, Kuala, Tadu Raya, dan Kuala Pesisir mulai pukul 18.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Pada Selasa listrik juga padam dan arus juga tidak normal. Nagan Raya sebetulnya merupakan daerah penghasil arus  listrik karena memiliki 2 PLTU yakni PLTU 1-2 kapasitas 2x100 MW  (milik PLN) dan PLTU 3-4 kapasitas 2x200 MW (milik Cina).

Beberapa warga yang merupakan pelanggan PLN berharap listrik bisa kembali normal, apalagi listrik menjadi kebutuhan utama warga. "Kondisi ini sangat merugikan, termasuk usaha yang menggunakan listrik terganggu," kata Saiful, warga Nagan Raya.(ar/riz/pon)

Butuh Waktu Normalisasi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved