HIV AIDS Meningkat di Banda Aceh
BREAKING NEWS - Kasus HIV AIDS di Banda Aceh Meningkat, Didominasi dari Pasangan Homo
Data mengejutkan dikeluarkan Dinas Kesehatan Banda Aceh. Kasus HIV/AIDS meningkat di Banda Aceh
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
“Setiap individu bisa dites kalau memang ketahuan dia (terkena) HIV. Jadi bisa segera diobati dan harus langsung dibatasi aktivitas-aktivitas seksualnya supaya tidak menyebar kepada individu lainnya,” tambah dia
Musriadi mengungkapkan, penyebab tingginya penularan HIV adalah kurangnya pengetahuan tentang cara penularan virus, perilaku seksual yang berisiko, kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan seksual, serta stigma dan diskriminasi terkait ODHA.
Baca juga: HIV/AIDS di Kalangan Remaja
Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banda Aceh, drg Supriyadi yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan Dinas Kesehatan sudah melakukan beberapa langkah penanganan.
Seperti melakukan penyuluhan dan pemeriksaan pada remaja sekolah, mahasiswa, serta melakukan pemetaan dan pendekatan pada komunitas populasi kunci yang ada di Banda Aceh.
Ia menjelaskan, HIV/AIDS merupakan kondisi yang serius dan berpotensi mematikan. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, merusak sel-sel yang penting untuk melawan infeksi dan penyakit.

"Masalah HIV/AIDS pada remaja merupakan isu yang penting karena remaja rentan terhadap penularan virus ini," katanya.
Ia menjelaskan, ada empat jenis populasi yang berisiko tertular virus HIV yaitu, LSL (laki-laki sex laki), waria, wanita/pria pekerja sex, pengguna narkoba suntik.
Meningkatnya kasus HIV di Kota Banda Aceh seiring dengan meningkatnya populasi kunci laki-laki seks dengan laki-laki atau homo.
Baca juga: Kisah Ibu Mencari Anaknya di Medan Hingga Dibantu Haji Uma, Zuwairiah: Aneuk Lon Aneuk Lon
Dari hasil laporan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh sebagian besar dari perilaku seksual yang berisiko laki-laki seks dengan laki-laki positif HIV.
Hal ini juga dipengaruhi oleh media sosial yang menampilkan seorang laki-laki berpakaian perempuan sudah dianggap wajar walaupun hanya untuk sekedar konten.
Namun, akan berpengaruh kepada apa yang dilihat oleh anak-anak remaja untuk ditiru demi mendapatkan follower yang banyak.
“Dan ini sangat berisiko pada pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak yang akan berpersepsi bahwa laki-laki meniru perempuan adalah hal wajar, awalnya hanya coba-coba, kemudian akan ikut pada komunitas populasi kunci yang beresiko seperti LSL,” tuturnya.(*)
Baca juga: HIV/AIDS Kini di Sekitar Kita, Maka Tak Boleh Abai
Mantan Keuchik Terpilih Sebagai Imum Mukim Glumpang Tujoh Peusangan Bireuen |
![]() |
---|
Wabup Syukri Ikut Donor Rutin ASN Aceh Besar, Berhasil Kumpulkan Darah 84 Kantong |
![]() |
---|
PBAK Ditutup, Mahasiswa Baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh Khatam Quran, Gelar Zikir, dan Ikrar Bersama |
![]() |
---|
Bantu Penanganan Karhutla, Pemkab Aceh Selatan Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Aceh Barat |
![]() |
---|
Jalan Rusak di Kemukiman Lageun, Ini Respon PUPR Aceh Jaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.