Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Kasus HIV/AIDS Meningkat Didominasi Pasangan Homo

“Penanganan penyakit ini jangan dibikin menjadi penyakit yang tabu. Tapi dibuat saja terbuka seperti penanganan Covid-19.” MUSRIADI, Anggota DPRK Band

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBI INDONESIA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Dr Musriadi. 

“Penanganan penyakit ini jangan dibikin menjadi penyakit yang tabu. Tapi dibuat saja terbuka seperti penanganan Covid-19.” MUSRIADI, Anggota DPRK Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Data mengejutkan dikeluarkan Dinas Kesehatan Banda Aceh, dimana kasus HIV/AIDS meningkat di ibu kota provinsi Aceh ini. Mirisnya lagi, penularan kasus ini didominasi dari kelompok homo.

Data ini pertama sekali diterima Serambi dari Anggota DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi, Selasa (11/6/2024). Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Lukman, juga mengakui data tersebut. “Informasi tersebut benar,” katanya menjawab Serambi melalui WhatsApp.   

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dari tahun 2008 hingga Mei 2024 di Banda Aceh mencapai 441 kasus, dengan rincian 336 kasus HIV dan 105 kasus AIDS.

Periode Januari-Mei 2024 saja, kasus HIV/AIDS di Banda Aceh mencapai 68 kasus. Dengan rincian, Januari ada 14 kasus HIV dan 6 kasus AIDS (total 20 kasus), Februari 14 kasus HIV dan 2 kasus AIDS (total 16 kasus).

Sementara pada Maret, 10 kasus HIV dan 5 kasus AIDS (total 15 kasus), April 5 kasus HIV dan o kasus AIDS (total 5 kasus), serta Mei 11 kasus HIV dan 1 kasus AIDS (12 kasus).   

Untuk penularannya didominasi oleh kelompok LSL (laki-laki seks laki-laki) atau homoseksual. Dari kelompok usia, paling banyak berusia 20-29 tahun atau usia remaja.

Anggota DPRK Banda Aceh, Musriadi, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera mencari solusi pencegahan penularan HIV/AIDS di Banda Aceh.

“Kami mendesak Pemko melalui Dinas Kesehatan untuk meningkatkan skrining, deteksi dini menjadi cara efektif selama ini untuk mencegah penularan kasus HIV/AIDS agar tidak bertambah setiap tahun,” kata Musriadi.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga meminta keseriusan pemerintah dalam menangani kasus yang ada. Ia menyarankan agar setiap kecamatan melakukan skrining terhadap kelompok yang berisiko atau rentan tertular HIV maupun sifilis.

“Penanganan penyakit ini jangan dibikin menjadi penyakit yang tabu. Tapi dibuat saja terbuka seperti penanganan Covid-19,” ujarnya.

“Setiap individu bisa dites kalau memang ketahuan dia (terkena) HIV. Jadi bisa segera diobati dan harus langsung dibatasi aktivitas-aktivitas seksualnya supaya tidak menyebar kepada individu lainnya,” tambahnya.

Musriadi mengungkapkan, penyebab tingginya penularan HIV adalah kurangnya pengetahuan tentang cara penularan virus, perilaku seksual yang berisiko, kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan seksual, serta stigma dan diskriminasi terkait ODHA.

Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banda Aceh, drg Supriyadi yang dikonfirmasi Serambi mengatakan Dinas Kesehatan sudah melakukan beberapa langkah penanganan.

Seperti melakukan penyuluhan dan pemeriksaan pada remaja sekolah, mahasiswa, serta melakukan pemetaan dan pendekatan pada komunitas populasi kunci yang ada di Banda Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved