Jumat, 1 Mei 2026

Kupi Beungoh

Jalan Terjal Gubernur Aceh 2024-2029: Yahudi, Pendidikan, Montasik, Peusangan, Meukek, Bagian - VI

Catatan tentang pentingnya pendidikan untuk kaum Yahudi sebenarnya telah dimulai jauh sebelum tahun tujuhpuluhan setelah Masehi.

Tayang:
Editor: Amirullah
YouTube Serambinews
Prof Humam 

Oleh: Ahmad Humam Hamid

Catatan tentang pentingnya pendidikan untuk kaum Yahudi sebenarnya telah dimulai jauh sebelum tahun tujuhpuluhan setelah Masehi.

Hampir satu abad sebelumnya anjuran pendidikan telah dimulai. Dua pendeta terkenal Yahudi yang tercatat dalam sejarah adalah penganjur pendidikan yang sangat gigih- Shetah dan Gamla.

Shimon ben-Shetah menganjurkan pendidikan 150 tahun sebelum perang Romawi Yahudi pada tahun enampuluhan Masehi.

Gerakan besar yang dianggap sebagai penyelamat budaya dan masa depan Yahudi adalah Yehoshua ben Gamla yang merupakan Kohen Gadol- Imam Besar Yahudi

Gamla membuat keputusan “guru anak-anak harus diangkat disetiap distrik-kabupaten dan kota, dan anak-anak harus bersekolah pada usia enam atau tujuh tahun. Keputusan itu dibuat pada tahun enampuluhan Masehi.

Meskipun telah ada anjuran pendidikan formal sebelum dia, Gamla mereformasinya, menjadikan sistem tersebut universal dan lebih efektif.

Baca juga: Pat Aceh Ketika Indonesia Emas 2045? Jalan Terjal Gubernur Aceh 2024-2029 - Bagian Pertama

Keputusan itu menjadi pegangan kaum Yahudi, sehingga kemanapun mereka pergi dan dimanapun mereka tinggal de seluruh dunia, kewajiban sekolah untuk anak-anak tetap dipatuhi, dan seringkali disatukan dengan Synagogue-rumah ibadah Yahudi.

Keputusan itu kemudian memberikan implikasi yang sangat besar tidak hanya terhadap Yahudi, tetapi kepada dunia secara keseluruhan.

Ambil saja perkara yang sangat sederhana. Semenjak abad ke 17, apa rahasia Yahudi menjadi kelompok terpilih yang sera berjamaah menguasai perbankan negara-negara Eropah?

Hampir semua investment banking terbesar dan terhebat di dunia sampai dengan hari ini terkait dengan nama-nama Yahudi, baik sebagai pendiri, pemilik, maupun CEO.

Mereka secara “berjamaah” menguasai lembaga keuangan global, yang kemudian berhubungan dengan berbagai sektor ekonomi dan dengan pusat pusat kekuasan nasional dan global.

Peratnyaannya kemudian, apa rahasia Yahudi menjadi kelompok yang “terpilih” sehingga mereka secara “berjamaah” menguasai perbankan, dan berbagai sektor kehidupan lainnya ataupun menjadi profesional pada masanya.

Karena penguasaan literasi dan terdidik, Yahudi beralih ke pekerjaan yang terkait dengan pendidikan seperti perdagangan, keuangan, dan lain lain.

Apakah literasi atau tepatnya pendidikan yang membuat mereka terpilih di sektor keuangan, dan diberbagai sektor lainnya, mulai dări filsafat, berbagai cabang ilmu pengetahuan, dan perdagangan?

Baca juga: Aceh, Bihar, dan Ningxia? Jalan Terjal Gubernur Aceh 2024-2029 - Bagian Kedua

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved