Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tenggara

Kasus Mantan Suami Bacok IRT, Korban Sempat Menolak Rujuk

"Setelah emas dikembalikan, sekitar dua hari kemudian pelaku datang membacok kakak saya hingga bersimbah darah." ISHAK, Adik Korban

Editor: mufti
SERAMBI INDONESIA
Ilustrasi suami bunuh istri 

"Setelah emas dikembalikan, sekitar dua hari kemudian pelaku datang membacok kakak saya hingga bersimbah darah." ISHAK, Adik Korban

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Motif pembacokan terhadap MW (50), IRT di Desa Tenembak Lang-Lang, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Aceh Tenggara, oleh mantan suaminya KR (51), Minggu (16/6/2024), mulai terungkap. Diduga, pelaku KR murka karena korban MW menolak ajakannya untuk rujuk, beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan Ishak, adik kandung MW yang menjadi korban pembacokan. Dikatakan, kakaknya sempat mengembalikan emas 3 mayam yang diminta pelaku, setelah sebelumnya menolak ajakan rujuk.

"Ada emas 3 mayam yang merupakan harta bersama antara korban dengan mantan suaminya. Emas diminta kembali oleh pelaku. Setelah emas dikembalikan, sekitar dua hari kemudian pelaku datang membacok kakak saya hingga bersimbah darah," ujar Ishak, Rabu (19/6/2024).

Menurut Ishak, alasan kakaknya menolak ajakan rujuk itu karena pelaku tak memberikan nafkah kepada korban. Sehingga di sanalah awal mula terjadinya cekcok hingga terjadi pembacokan terhadap kakaknya.

Dalam kasus pembacokan yang sadis ini, keluarga korban merasa bahwa pelaku sudah berencana untuk menghabisi nyawa MW. "Alhamdulillah, Allah menolong hingga nyawanya dapat diselamatkan," kata Ishak.

Pihak keluarga korban meminta Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara untuk segera menangkap pelaku pembacokan. Menurutnya, kasus ini adalah perencanaan pembunuhan yang memang sengaja disusun oleh pelaku.(as)

Kondisi MW Mulai Membaik

Sementara itu, kondisi MW (50) korban pembacokan oleh mantan suaminya sendiri kini mulai membaik dan telah sadarkan diri.

"Alhamdulillah, kondisi kakak saya sudah mulai membaik dan telah sadarkan diri. Sebelumnya, kakak sempat pendarahan hebat dan tak sadarkan diri saat dirujuk ke RS Nurul Hasanah Kutacane," jelas Ishak, adik korban kepada TribunGayo.com, Rabu (19/6/2024).

Menurut Ishak, saat ini korban masih dirawat di RS Nurul Hasanah. Kemungkinan korban akan diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisinya yang berangsur membaik.(as)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved