Citizen Reporter
Kagum pada Cara Arab Melayani ‘Tamu Allah’
Berhaji adalah hak prerogatif Allah, karena tidak semua orang berduit terpanggil berhaji. Bahkan, seorang tukang becak yang notabene untuk makan sehar
Sungguh sangat luar biasa, di kampung saya orang paling kaya kenduri pun tidak mampu memasang ambal yang sama untuk menyambut para besan, ya sebegitulah perumpamaannya, walaupun bukan perumpamaan yang sepadan.
Berhaji adalah hak prerogatif Allah, karena tidak semua orang berduit terpanggil berhaji. Bahkan, seorang tukang becak yang notabene untuk makan sehari-hari saja susah, tapi bisa pergi haji dengan cara-cara di luar nalar manusia.
Menjadi sia-sia saja jika seluruh momen berhaji ini tidak dimanfaatkan untuk mengisinya dengan hal-hal yang baik. Waktu mustajab doa ada di mana-mana, tapi tempat mustajab doa tidaklah di mana-mana. Maka mintalah, pasti Allah kabulkan dan yakini itu dengan pengetahuan dan tata cara doa yang seharusnya.
Berada di Mina untuk pilihan ‘nafar awal’ dengan cuaca panas dan tempat tidur yang pas-pasan di badan, tidak menyurutkan semangat untuk menikmati dan melewatinya dengan sabar.
Tersedia makanan berat, ringan, dan aneka minuman panas dingin, seperti pada hari Rabu lalu atau hari lain, bahkan dengan aneka buah segar menjadi pelengkap yang menambah beratnya tas karena terus dibagikan tanpa henti, baik yang disediakan oleh pengurus maktab, maupun sedekah dari masyarakat Arab yang terus berdatangan tanpa henti, semangat berbagi yang layak kita tiru.
Jadi, siapa pun nanti berhaji, tak perlu repot-repot menyediakan dan membawa berbagai perlengkapan dan bekal. Cukup bawa baju yang paling penting saja, yang lain insyaallah bakal dibagikan oleh mereka yang dermawan. Bahkan, karena budaya Arab yang gencar bersedekah di musim haji, justru semakin memperbanyak asupan makanan dan minuman bagi jemaah haji. Tak akan lapar dan hauslah kita selama berhaji. Insyaallah.
Penulis Citizen Reporter
Citizen Reporter
Penulis CR
Kagum pada Cara Arab Melayani Tamu Allah
Jamaah Haji Aceh
AMRINA HABIBI
| Obat-Obatan Masa Depan, dari Molekul Kimia Menjadi Harapan Baru bagi Pasien |
|
|---|
| Menulis Artikel tentang Dominasi Perempuan di Gereja Katolik, Mahasiswi UIN Ar-Raniry Diapresiasi |
|
|---|
| Liburan ke Sumatera Selatan, Dari Teluk Betung Hingga Palembang, Banyak Tradisi Banyak Pula Cerita |
|
|---|
| Dari Pertemuan FKUB: Perempuan di Garda Terdepan Pemulihan Pasca-Bencana Aceh |
|
|---|
| Aceh, Kisahku: Dari Luka ke Pengabdian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AMRINA-HABIBI.jpg)