Kajian Islam
3 Kerugian Jika Sedang Shalat Tidak Menaruh Tas di Depan, Buya Yahya : Tolong Jadikan Sutrah
Buya Yahya mengatakan, tas tersebut bisa dijadikan sebagai sutrah. Ini adalah penghalang agar saat seseorang shalat tidak ada berjalan di depannya.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
3 Kerugian Jika Sedang Shalat Tidak Menaruh Tas di Depan, Buya Yahya : Tolong Jadikan Sutrah
SERAMBINEWS.COM - Saat melaksanakan ibadah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kekhusyukan saat mengerjakan shalat termasuk menjaga barang-barang bawaan.
Biasanya, pada kaum wanita kerap membawa tas saat shalat di masjid.
Menurut Buya Yahya, tas tersebut sebaiknya ditaruh pada bagian depan saat anda mengerjakan shalat.
Bukan tanpa alasan, Buya Yahya mengatakan, tas tersebut bisa dijadikan sebagai sutrah. Sutrah adalah alat penghalang agar saat seseorang sholat tidak ada yang berjalan di depannya.
Hal tersebut disampaikan Buya Yahya dalam ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube Al Bahjah TV.
"Ibu-ibu tasnya yang banyak duit itu taruh di depan anda untuk jadi sutrah, jangan taruh di belakangnya," tegas Buya Yahya.
Baca juga: Bolehkah Shalat Sambil Pejam Mata Agar Lebih Kusyuk? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya
Selain tas bisa dijadikan sutrah, tas tersebut juga rentan dicuri orang lain.
Buya Yahya kemudian mengungkap setidaknya ada tiga kerugian jika anda tidak meletakkan tas di depan saat shalat.
Pertama, anda tidak mendapatkan keutamaan shalat.
Kedua, anda tidak khusyuk saat shalat karena merasa khawatir tas bisa saja hilang.
Dan terakhir, tas berisiko dicuri orang lain jika diletkkan di belakang.
"Makanya kalau naruh tas di belakangnya ada tiga kerugian, pertama nggak mendapatkan keutamaan, kedua tidak khusyuk ketiga bisa saja hilang tasnya itu. Ayo yang pernah taruh ras di belakang, loh kenapa taruh ke belakang ? taruh depan jadikan sutrah," pungkas Buya Yahya.
Baca juga: Bagaimana Hukum Berhubungan Suami Istri Tanpa Busana? Simak Penjelasan Buya Yahya
Hukum Mengusap Wajah Setelah Membaca Doa Qunut, Begini Kata Buya Yahya
Bagaimana hukum mengusap wajah setelah membaca doa qunut? Simak penjelasan Buya Yahya dalam artikel ini.
Doa qunut adalah doa yang dipanjatkan saat shalat Subuh, tepatnya pada raka'at kedua dilalukan setelah bangun dari ruku' dan I'tidal sebelum sujud.
Doa qunut menjadi salah satu sunnah yang bisa dilakukan saat shalat subuh.
Dalam praktiknya terkadang kita melihat banyak jamaah yang mengusap wajahnya selesai membaca doa qunut.
Bahkan tak jarang kita sendiri melakukan hal demikian, mengusap wajah usai membaca doa qunut.
Namun apakah setelah membaca doa qunut subuh dilanjutkan dengan mengusap wajah layaknya selesai membaca doa pada umumnya di luar shalat?
Adakah keharusan untuk mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut subuh dan bagaimana hukumnya?
Terkait hal tersebut, pendakwah Buya Yahya yang juga pendiri pondok pesantren LPD Al bahjah Cirebon melalui kanal YouTube Al Bahjah TV memberikan penjelasan.
Menurut Buya Yahya, memang dalam semua panjatan doa disunnahkan untuk mengusap wajah ketika selesai berdoa.
Namun hal demikian tidak berlaku usai membaca doa qunut subuh.
"Dalam semua panjatan doa disununnahkan anda mengusap wajah anda setelah doa, kecuali waktu doa qunut anda tidak usah mengusap wajah anda dengan tangan anda," kata Buya Yahya dikutip Serambinews.com, Rabu (26/6/2024).
Mengapa justru tidak dianjurkan mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut subuh?
Pasalnya kata Buya Yahya, hendaknya kita menghindari banyak gerakan dalam shalat. "Karena di dalam shalat hendaknya kita menghindari banyak geraakan-gerakan yang gak ada hubungannya dengan shalat," sambung Buya Yahya.
Maka dari itu, setelah selesai membaca doa qunut subuh, bisa langsung dilanjutkan ke gerakan sujud tanpa mengusap wajah terlebih dahulu.
"Nggap usah diusap wajahnya, mengusapnya adalah makruh karena khawatir terjadi gerakan tiga gerakan, sebab kalau tangan ini dua (kanan dan kiri) nanti tambah kepala, bisa batal shalatnya," timpal Buya.
Hanya saja kita tidak perlu menakut-nakuti orang untuk menjustifikasi bahwa shalatnya batal apabila mengusap wajah. Dalam hal ini, pentingnya kita memberitahu ilmu dengan cara yang baik.
"Cuman kita tidak perlu, jangan terlalu nakut nakuti orang juga, dikit-dikit batal, justru kita beritahu itu ilmunya," pungkas Buya Yahya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
Sembuhkan Was-was Najis dengan Cara Ini, Diungkap Buya Yahya Islam Itu Mudah |
![]() |
---|
Jangan Sampai Nikah Jadi Neraka, Ini Pesan Buya Yahya Soal Rumah Tangga |
![]() |
---|
Buya Yahya Bongkar Penyebab Anak Mudah Marah: Berawal dari Rumah Tangga |
![]() |
---|
Urutan Wali Nikah Wanita Jika Ayah Sudah Meninggal Dunia, Ini Aturannya Menurut Kemenag |
![]() |
---|
Siapa yang Jadi Wali Nikah Jika Ayah Sudah Tiada? Ini Penjelasan Buya Yahya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.