Konflik Palestina vs Israel
Komandan Peleton Israel Tewas di Gaza Palestina, IDF: Total 324 Militer Mati
Komandan Peleton Israel di Batalyon Rotem Brigade Givati dari Herzliya, Kapten Roy Miller tewas di Jalur Gaza bagian utara, Palestina, Rabu (3/7/2024)
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Netanyahu menimbulkan krisis dengan Amerika Serikat selama dua minggu terakhir setelah menuduh Gedung Putih melakukan pengurangan pengiriman senjata ke Israel.
Menteri Pertahanan Yoav Gallant, yang mengunjungi Washington minggu lalu, mengatakan bahwa "kemajuan signifikan" telah dicapai dalam menyelesaikan krisis tersebut.
Mantan penasihat keamanan nasional Israel, Eyal Hulata mengatakan kepada The New York Times bahwa Israel masih mampu melawan Hizbullah.
"Jika kita terseret ke dalam perang yang lebih besar, kita memiliki cukup sumber daya dan tenaga kerja," kata Hulata.
"Namun, kami ingin melakukannya dalam kondisi terbaik yang kami bisa. Dan saat ini, kami tidak memiliki kondisi terbaik," sambungnya.
Semua petugas yang diwawancarai dikatakan setuju dengan penilaian Hulata.
Baca juga: Baik-baik, Petinggi Hizbullah: Akan Hentikan Serangan Jika Gencatan Senjata di Gaza Tercapai
Baca juga: Israel: IDF Percaya Hentikan Perang Cara Terbaik Bebaskan Tawanan, Netanyahu Paksa Perang Terus
Baca juga: Ketua KPU RI Hasyim Asyari Dipecat, DKPP: Paksa Berhubungan Badan dan Terjadi
Ketegangan meningkat dengan kelompok pejuang Hizbullah yang didukung Iran selama berminggu-minggu.
Kebakaran melanda wilayah utara pada Senin lalu setelah roket yang diluncurkan dari Lebanon memicu berkobarnya api, rentetan 15 proyektil menghantam kota Kiryat Shmona yang sebagian besar telah dievakuasi pada Selasa.
Mantan anggota kabinet perang Benny Gantz memperingatkan pada Senin lalu bahwa Lebanon dapat segera mulai merasakan perang jika gagal mengendalikan Hizbullah.
Pernyataan Gantz muncul dua minggu setelah IDF mengatakan komandan seniornya telah menyetujui rencana serangan ke Lebanon.
Kemudian pada hari itu, kepala Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan "tidak ada tempat" di Israel yang aman dari rudal kelompok teror tersebut.
Sementara itu, seorang penasihat senior Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dikutip di Financial Times pada hari Selasa mengatakan bahwa Republik Islam akan mendukung Hizbullah dengan segala cara jika Israel melancarkan perang di Lebanon.
Laporan itu muncul beberapa hari setelah misi Teheran di PBB mengancam akan " melakukan perang besar-besaran terhadap Israel jika Israel melakukan agresi militer skala penuh di Lebanon.
IDF Percaya Hentikan Perang Cara Terbaik Bebaskan Tawanan
Pejabat di Israel kini tengah pecah kongsi dan kembali menunjukkan tanda terbaru soal keretakan antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Komandan-Peleton-Israel-Tewas-di-Gaza-Palestina-IDF-Total-324-Militer-Mati.jpg)