Sabtu, 11 April 2026

Kesehatan

Cuaca di Aceh Saat Ini Capai 30 Derajat Lebih, Ini Tips Menjaga Kesehatan Tubuh saat Cuaca Panas

Adapun penyakit tersebut seperti migrain atau nyeri kepala sebelah, dehidrasi, iritasi mata hingga infeksi saluran pernapasan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM
dr Suheir Muzakkir, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUZA menjadi narasumber Serambi Spotlight dipandu host Bukhari M Ali, News Manager Serambi Indonesia, Jumat (5/7/2024). 

Menurutnya, memang saat ini Aceh sedang dilanda suhu ekstrem yang mencapai di atas rata-rata.

SERAMBINEWS.COM - Umumnya daerah di Indonesia, termasuk Aceh saat ini cuacanya sangat panas. 

Kondisi ini tentu tidak hanya menganggu aktivitas, tetapi juga berisiko bagi kesehatan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUZA, dr Suheir Muzakkir, Sp PD saat menjadi narasumber Serambi Spotlight yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTue Serambinews.com dipandu host Bukhari M Ali, News Manajer Serambi Indonesia turut mengungkap bahaya suhu panas bagi kesehatan

Menurutnya, memang saat ini Aceh sedang dilanda suhu ekstrem yang mencapai di atas rata-rata.

"Suhu lingkungan kita kalau normalnya dari BMKG sekitar 21-29 derajat celcius rata-rata.

Namun, daripada kondisi-kondisi yang suhunya meningkat, biasanya akan lebih dari 30 derajat celcius, jadi di beberapa kondisi malah bisa lebih tinggi dari itu yang sangat terasa di kita," kata dr Suheir Muzakkir, Jumat (5/7/2024).

Dalam kondisi tersebut, sambungnya, tentu suhu panas sangat menganggu dan berisiko mengundang beberapa jenis penyakit.

Adapun penyakit tersebut seperti migrain atau nyeri kepala sebelah, dehidrasi, iritasi mata hingga infeksi saluran pernapasan.

Baca juga: Waspadai Paparan Sinar UV Saat Cuaca Panas, Suhu di Banda Aceh dan Aceh Besar Capai 36 Celcius

"Paling umum keluhan yang dialami itu migrain, apabila suhu panas itu disertai angin dan debu itu juga memudahkan untuk iritasi mata, infeksi saluran napas, dehidrasi juga bisa apabila tidak dicukupi dengan cairan yang cukup," sambungnya.

Dokter yang juga pengajar di FK USK ini menyarankan agar menjaga asupan cairan tubuh sehingga tidak dehidrasi, jika udara panas disertai angin kencang dan berdebu maka gunakan masker dan optimalkan menjaga kulit dari efek buruk paparan sinar matahari.

"Di saat cuaca sudah mulai panas, harus menjaga asupan cairan, hidrasi lebih banyak dibandingkan hari biasa, konsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung air seperti timun dan semangka, gunakan sunblock atau lotion pelebab, gunakan pakaian yang nyaman, topi atau payung," timpalnya. 

Mengingat pentingnya asupan cairan selama musim panas pada tubuh, dokter kelahiran 10 Maret 1984 ini mengimbau agar tidak malas minum hanya karena malas ke kamar mandi.

"Sebenarnya sayang sekali kita mengurangi asupan minuman hanya karena malas ke toilet, karena air itu sendiri mengandung banyak manfaat, tak masalah jika kita bolak-balik kamar mandi, selama ginjal masih bagus dan sehat, minumlah sebanyak mungkin," ungkapnya.

Perlu diperhatikan juga apabila terdapat keluhan yang muncul tiba-tiba dan sangat menganggu, sebaiknya datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved