Perang Gaza

Israel Targetkan Komandan Hamas Mohammed Deif dalam Pembantaian di al-Mawasi yang Tewaskan 71 Orang

Seorang pejabat keamanan senior menilai bahwa ini bukan lokasi permanen mereka, tetapi peluang operasional yang muncul dalam beberapa jam terakhir.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/almayedeen
Mohmmad Deif adalah nama yang tidak asing lagi dalam daftar tokoh sayap bersenjata Hamas yang paling dicari Israel hidup atau mati. 

Pejabat itu mengatakan dia tidak dapat mengonfirmasi jumlah korban yang diberikan oleh pejabat kesehatan Palestina.

Seperti yang telah kami laporkan, setidaknya 71 orang tewas dan 289 orang terluka dalam serangan tersebut, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Sementara itu, Hamas menyebut klaim Israel itu salah dan mengatakan korban serangan itu adalah warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya.

Lebih dari 350 korban dalam serangan Israel di Khan Yunis dan Kamp Pengungsi Al-Shati

Sebelumnya dianggap aman, pasukan Israel telah melakukan serangan udara di daerah Mawasi, Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan, yang menewaskan ratusan warga Palestina dalam prosesnya.

Menurut seorang jurnalis Al Jazeera, pasukan Israel menghancurkan kamp-kamp yang menampung orang-orang terlantar di Khan Yunis bagian barat dengan lima rudal selama serangan udara hebat yang mengakibatkan beberapa korban jiwa.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 289 warga Palestina terluka dan 71 orang dipastikan tewas.

Menurut Kantor Media Pemerintah di Gaza, delapan anggota tim terluka dan Mohammed Hamad, wakil direktur pemadam kebakaran dan penyelamatan, meninggal sebagai salah satu korban di antara tim pertahanan sipil.

Tim penyelamat masih bekerja di lokasi pengeboman untuk mengevakuasi jenazah dan merawat korban luka. Kantor tersebut menekankan kengerian pembantaian tersebut dan ketidakmampuan rumah sakit untuk menampung sejumlah besar korban.

Al Jazeera diberi tahu oleh seorang perwakilan Rumah Sakit Nasser bahwa lebih dari dua puluh orang meninggal dan beberapa orang cedera telah dirawat. Masuknya pasien membuat rumah sakit tersebut mencapai titik kritisnya, dan rumah sakit itu harus segera mengumumkan penutupannya.

Setelah menetapkan wilayah sasaran sebagai "aman", tentara Israel memerintahkan para pengungsi untuk pindah ke sana.

Menurut sumber Hamas yang dilaporkan oleh Reuters, serangan terhadap Khan Yunis merupakan eskalasi besar yang menunjukkan Israel tidak tertarik pada kesepakatan gencatan senjata.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa orang-orang yang tewas dalam insiden itu adalah warga sipil.

Menurut reporter Al Jazeera, pemboman Israel di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza bagian barat mengakibatkan kematian tujuh belas warga Palestina dan puluhan lainnya terluka, mengutip sumber medis.

Reporter tersebut mengatakan bahwa dua anak termasuk di antara lima orang yang tewas akibat serangan Israel terhadap rumah keluarga Al-Rai di Deir al-Balah, bagian tengah Jalur Gaza, kemarin malam.

Serangan Israel terhadap sebuah rumah di Jalan 20 di kamp Al-Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah mengakibatkan lebih dari sepuluh orang terluka. Rumah Sakit Al-Awda menerima beberapa pasien yang terluka, sementara Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah menerima pasien lainnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved