Perang Gaza

Banyak Tentara Kelelahan, Israel Rekrut Tentara Cadangan Lewat Media Sosial untuk Berperang di Gaza

Dia juga mengatakan kepada KAN bahwa tentara Israel kelelahan dan tidak mengerti mengapa mereka harus berulang kali memasuki daerah berbahaya di Kota

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/AFP
Saluran 12 Israel mengungkapkan bahwa 20.000 tentara pendudukan telah terluka di Gaza sejak 7 Oktober, dengan 8.298 orang diklasifikasikan sebagai penyandang cacat, sehingga data tersebut disebut sebagai angka puncak. 

SERAMBINEWS.COM - Perusahaan Penyiaran Israel (KAN) mengutip seorang tentara cadangan dari Brigade Golani pada hari Minggu, yang mengkonfirmasi bahwa tentara sedang mencari tentara dan sukarelawan melalui grup Facebook pribadi karena kelelahan yang meluas di kalangan tentara pendudukan.

Tentara Israel dilaporkan mengatakan bahwa perang yang sedang berlangsung menimbulkan kerusakan psikologis dan ekonomi pada pasukannya, Al-Jazeera melaporkan, mengutip KAN.

Dia memperingatkan bahwa jika kebijakan militer saat ini terus berlanjut, tentara akan kesulitan merekrut lebih banyak tentara.

Tentara tersebut juga menyebutkan bahwa tentara tidak siap menghadapi konfrontasi di Lebanon, karena tentara tidak dapat menjelajahi banyak wilayah di sana.

Baca juga: Tentara Israel Mundur, Mayat-mayat Bergelimpangan di Jalanan, Ada yang Terpotong Dilindas Tank

Dia juga mengatakan kepada KAN bahwa tentara Israel kelelahan dan tidak mengerti mengapa mereka harus berulang kali memasuki daerah berbahaya di Kota Gaza, merujuk pada seringnya operasi tentara di lingkungan tersebut di mana mereka menghadapi risiko yang mengancam jiwa.

Tentara tersebut menyoroti bahwa tentara Israel sebagian besar bergantung pada pasukan cadangan, yang kini merasa semakin lelah.

Dia meminta para pemimpin militer untuk bangun dan memahami situasi yang ada. 

Dia menunjukkan bahwa kekurangan personel tentara melemahkan semangat para pejuang dan melemahkan tekad mereka.

Tentara tersebut menegaskan kembali bahwa tentara Israel mengalami kelelahan dan kelelahan yang parah ketika konflik terus berlanjut baik di Jalur Gaza maupun di sepanjang perbatasan utara dengan Lebanon.

Laporan terbaru di media Israel mengungkapkan bahwa ratusan tentara cadangan menghindari tugas militer dengan pergi tanpa memberi tahu komandan mereka.

Tentara menghadapi krisis rekrutmen, yang menyebabkan perpanjangan wajib militer menjadi 36 bulan untuk delapan tahun ke depan.

Selain itu, tentara Israel telah mengamanatkan perekrutan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks (Haredim), sebuah tindakan yang telah memicu krisis politik karena mereka sudah lama tidak mengikuti wajib militer.

Genosida yang Sedang Berlangsung

Saat ini diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza 38.443 warga Palestina telah terbunuh, dan 88.481 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza mulai tanggal 7 Oktober.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved