Jurnalisme Warga
Kisah Usaha Sofa Rumahan yang Bertahan dengan Modal Terbatas
Sejak berdiri, usaha ini mampu bertahan hingga kini dan terus tumbuh meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ragam produk sofa yang ditawarkan juga sa
MUHAMMAD ARIZAL, S.A.B, warga Desa Juli Keude Dua, Kabupaten Bireuen dan alumnus Training Jurnalistik Gampong atas prakarsa Diskominsa Bireuen, melaporkan dari Kecamatan Juli, Bireuen
DESA Juli Keude Dua, sebuah desa yang strategis di Kabupaten Bireuen, berlokasi di tepi jalan raya. Di desa ini terdapat sebuah usaha pembuatan sofa sejak tahun 2007. Usaha ini bukan berupa pabrik atau industri besar, melainkan hanya industri rumahan atau ‘home industry’ milik Rusdi Hasan yang ia kelola bersama dua anak laki-lakinya. Usaha sofa ini sudah menjadi bagian penting bagi perekonomian keluarga tersebut.
Meski menggunakan alat produksi sederhana, tapi kualitas produk yang dihasilkan keluarga ini tetap terjaga dengan baik. Sejak berdiri, usaha ini mampu bertahan hingga kini dan terus tumbuh meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ragam produk sofa yang ditawarkan juga sangat variatif. Konsumennya berasal dari dalam dan luar Kabupaten Bireuen.
Dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, usaha Rusdi siap menerima pesanan sofa sesuai dengan kebutuhan dan gaya ruangan yang diinginkan konsumen. Dari sofa minimalis hingga sofa mewah bergaya klasik. Selain menerima pemesanan produk baru, usaha sofa ini juga menawarkan layanan renovasi untuk sofa dan spring bed yang sudah tak layak pakai. Dengan proses renovasi yang cermat dan menggunakan bahan berkualitas tinggi, sofa atau spring bed lama akan terlihat kembali seperti baru, serta memberi kesan kenyamanan dan keindahan yang bernilai tinggi.
Setiap produk diproduksi dengan hati-hati oleh Rusdi dan anak-anaknya yang memang sudah ahli dan terampil di bidangnya. Rusdi Hasan menjelaskan, bahan baku yang dia gunakan selalu memenuhi standar kualitas yang tinggi. Bahan-bahan tersebut diperoleh dari pasar lokal maupun luar daerah, demi memastikan bahwa produk yang dihasilkan adalah yang terbaik.
Kendala dalam memperoleh bahan baku juga dirasakan Rusdi, terutama saat hari-hari penting bahan menjadi langka. Hal ini disebabkan pelaku usaha serupa yang lain juga mendapat pesanan dalam jumlah banyak seperti pesanan yang diterima Rusdi. Kendala lain yang sangat terasa dampaknya adalah pandemi Covid-19. Di mana, orderan sofa menjadi sepi. Namun, Rusdi bersama keluarganya sudah menunjukkan ketangguhan dan ketahanan pada periode sulit tersebut. Meski orderan sepi, tapi usaha sofa Rusdi tidak menyerah. Mereka memilih untuk beradaptasi dengan situasi tersebut dengan berinovasi dan menyesuaikan strategi pemasaran mereka.
Setelah pandemi Covid-19 reda, orderan kembali banyak, dan ekonomi keluarga Rusdi pun kian membaik. Meski proses produksinya masih menggunakan peralatan yang sederhana karena keterbatasan modal, hal itu tak menyurutkan semangat Rusdi untuk terus berkarya dengan hasil terbaik. Peran media sosial sangat dibutuhakan di era modern ini. Untuk meningkatkan jangkauan promosi, Rusdi juga aktif di media sosial seperti Instagram dengan akun @cekdifurniture.
Dengan hadir di platform online, mereka mampu menjangkau lebih banyak calon pelanggan dan memperluas jaringan bisnisnya. Banyak dari pelanggannya adalah mereka yang sudah membeli secara berulang. Ini menunjukkan kepuasan mereka terhadap produk yang dihasilkan Rusdi dan anaknya. Mereka juga berusaha memasarkan produk-produk unggul ke berbagai wilayah yang lebih luas lingkupnya. Hampir setiap bulan Ramadhan, permintaan tempahan dan reparasi sofa di usaha Rusdi meningkat pesat.
Permintaan sofa pun meroket hingga 10 set dalam satu bulan tersebut. Rusdi pun merasa bersyukur atas animo dari pelanggannya. Harga sofa yang dipasarkan mulai dari satu jutaan hingga belasan juta rupiah, memberikan peluang bagi berbagai kalangan untuk memiliki produk sofa berkualitas dari usaha yang dikelola Rusdi. Sementara di bulan-bulan lain, usaha ini hanya mampu memproduksi sekitar tujuh set sofa karena keterbatasan peralatan dan tenaga kerja. Rusdi hanya memproduksi sofa yang dipesan konsumen saja dan tak memproduksi secara massal.
Jika menggunakan karyawan yang banyak tentu akan mengeluarkan gaji yang banyak pula. “Jadi, saya hanya dibantu oleh kedua putra saya,” ucap Rusdi. Meski demikian, dengan daya juang tinggi, Rusdi berharap dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi pelaku usaha kecil lainnya di daerah tersebut. Usaha sofa milik keluarga Rusdi ini seharusnya menjadi contoh bagi banyak usaha rumahan di daerah tersebut. Kemampuan mereka dalam mempertahankan usaha sofa ala industri rumahan milik keluarganya dengan serba kekurangan harus diapresiasi dengan cara membeli produk yang mereka hasilkan.
Berkat semangat pantang menyerah dan kerja keras yang mereka tanamkan dalam setiap produk yang dihasilkan, Rusdi mampu bertahan meski banyak gempuran dari produk pesaingnya. Usaha sofa ini diharapkan mampu memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat, sekaligus menjadi pusat produksi yang turut mengangkat nama daerah.
Dengan kualitas produk yang terjaga, harga yang bersaing, dan semangat pengusaha yang kuat, usaha ini menjadi salah satu tonggak ekonomi lokal yang patut diperhitungkan. Semoga dengan perhatian pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak, usaha sofa ala rumahan milik Rusdi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. < arizal.z007@gmail.com>
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.