Konflik Palestina vs Israel

Netanyahu di Kongres AS Sebut Hampir Tak Bunuh Warga Sipil Sama Sekali di Rafah Palestina, Faktanya?

PM Israel, Benjamin Netanyahu menyebut telah membunuh lebih dari 1.200 teroris di Rafah, namun hampir tidak membunuh warga sipil sama sekali.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Screenshot YouTube FOX 5
PM Israel, Benjamin Netanyahu menyebut telah membunuh lebih dari 1.200 teroris di Rafah, namun hampir tidak membunuh warga sipil sama sekali saat pidato di Kongres AS pada Rabu, 24 Juli 2024 

Saksi mengatakan bahwa rudal menghantam kamp tersebut pada hari Minggu (26/5/2024), sekitar pukul 20.45 waktu setempat.

Badan pengecekan fakta Sanad, Al Jazeera mengatakan serangan itu menargetkan kamp Brix di sebelah barat kota Rafah.

Foto udara yang diambil pada 24 Mei menunjukkan ratusan tenda di kawasan tersebut, yang dekat dengan gudang UNRWA.

Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar, yang berhasil dipadamkan oleh tim Pertahanan Sipil Palestina setelah sekitar 45 menit.

Komite Palang Merah Internasional mengatakan rumah sakit lapangannya di Rafah menerima banyak korban dan rumah sakit lain juga menerima banyak pasien.

“Serangan udara membakar tenda, tenda meleleh dan jenazah orang-orang juga meleleh,” kata salah satu warga yang tiba di Rumah Sakit Kuwait di Rafah.

Doctors Without Borders, yang dikenal dengan singkatan MSF, mengatakan puluhan orang yang terluka serta lebih dari 15 orang tewas telah dibawa ke fasilitas yang mereka dukung.

“Kami merasa ngeri dengan peristiwa mematikan ini, yang sekali lagi menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang aman,” tulis kelompok tersebut di platform media sosial X, dan mengulangi seruannya untuk segera melakukan gencatan senjata.

Anggota Kongres AS, Ro Khanna meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri serangan di kota Gaza selatan.

“Netanyahu harus segera menghentikan serangan militer ke Rafah,” kata Khanna dalam postingannya di X.

“Hilangnya nyawa tak berdosa secara mengerikan saat ini akibat pemboman sebuah kamp pengungsi menggarisbawahi pentingnya moral untuk menghentikan kampanye Rafah,” kata Khanna, seorang Demokrat progresif dari California.

Pembantaian Lagi Khan Younis, Gaza Palestina

Sementara diberitakan sebelumnya, sebanyak 70 orang syahid dan lebih dari 200 lainnya terluka dalam serangan Israel di kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Senin (22/7/2024).

Hal itu sebagaimana diumumkan Kementerian Kesehatan Palestina dilansir dari Anadolu Agency, Selasa siang.

Militer Israel itu juga mengusir warga Palestina yang tinggal di sekitar daerah Khan Younis agar segera mengungsi ke tempat lain.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved