Konflik Palestina vs Israel

Netanyahu Klaim Tak Bunuh Warga Sipil di Rafah Palestina, Faktanya 40 Warga Terpanggang Hidup-hidup

PM Israel, Benjamin Netanyahu menyebut telah membunuh lebih dari 1.200 teroris di Rafah, namun hampir tidak membunuh warga sipil sama sekali.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
AFP
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu Klaim Tak Bunuh Warga Sipil di Rafah Palestina, Faktanya 40 Warga Terpanggang Hidup-hidup. 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut telah membunuh lebih dari 1.200 teroris di Rafah, namun hampir tidak membunuh warga sipil sama sekali.

Hal itu disampaikannya saat pidato pada pertemuan gabungan Kongres di Gedung Capitol AS pada 24 Juli 2024 di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Rabu (24/7/2024).

"Karena Israel telah menyelamatkan warga sipil dari bahaya," klaim Netanyahu dalam pidatonya sebagaimana dilansir dari Times of Israel, Kamis pagi.

Menurutnya, Israel telah menerapkan lebih banyak tindakan untuk melindungi warga sipil daripada kekuatan lain mana pun dalam sejarah.

"Perang di Gaza memiliki salah satu rasio kombatan terhadap non-kombatan terendah dalam sejarah perang perkotaan," ungkap Netanyahu.

Baca juga: Netanyahu Didemo Jelang Kongres, Yahudi AS: Itu Bukan Kami, Biarkan Gaza Hidup

Baca juga: Pembantaian: 270 Jadi Korban usai Israel Serang Kamp Pengungsian Khan Younis, Gaza Palestina

PM Israel itu menekankan, salah satu tingkat korban sipil terendah terjadi di Rafah, tempat sejumlah pemimpin internasional memperingatkan akan jatuhnya korban sipil yang sangat besar jika Israel masuk.

Prediksi tersebut menurut Netanyahu tidak terbukti saat itu terjadi.

 

 

Faktanya? Serangan Israel di Rafah, 40 Warga Terpanggang Hidup-hidup

Sementara diberitakan sebelumnya, Jumlah korban meninggal akibat serangan mematikan Israel terhadap kamp pengungsian di Tal as-Sultan, Rafah telah meningkat.

Sebanyak menjadi 40 orang meninggal Mei lalu, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan bahwa banyak orang di dalam tenda “dibakar hidup-hidup”.

Baca juga: Israel Makin Terisolasi: Dibenci Dunia, Diusir Mahkamah Internasional

PRCS juga mengatakan bahwa rumah sakit di wilayah tersebut tidak mampu menangani sejumlah besar korban akibat serangan biadab yang dilancarkan oleh Israel.

Sumber lokal juga mengatakan bahwa setidaknya delapan rudal menghantam kamp tenda, yang baru-baru ini didirikan di dekat gudang UNRWA.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved