Konflik Palestina vs Israel

Hizbullah Tewaskan 12 Anak Israel, Kabinet Izinkan Netanyahu-Gallant Balas Serangan ke Lebanon

Kabinet Israel memberikan wewenang mengizinkan Benjamin Netanyahu Yoav Galant memerintahkan serangan balasan terhadap kelompok pejuang Islam Hizbullah

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Haim Zach/GPO
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan rapat kabinet keamanan, Minggu (28/7/2024)membahas reaksi Israel terhadap serangan mematikan Hizbullah di Dataran Tinggi Golan sehari sebelumnya. Kabinet Israel memberikan wewenang mengizinkan Benjamin Netanyahu Yoav Galant memerintahkan serangan balasan terhadap kelompok pejuang Islam Hizbullah. 

SERAMBINEWS.COM - Para menteri di Kabinet Israel memberikan wewenang mengizinkan Perdana Menteri (PM), Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan (Menhan), Yoav Galant memerintahkan serangan balasan terhadap kelompok pejuang Islam Hizbullah di Lebanon.

Respon ini diambil usai pihaknya kebobolan roket Hizbullah dan menghantam lapangan sepakbola kota Druze Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan serta menewaskan 12 anak Israel, Sabtu (27/7/2024).

Dilansir dari Times of Israel Senin siang, pihaknya telah bersumpah membalas serangan Hizbullah di Lebanon, jet-jet tempur Israel menyerang sasaran-sasaran di Lebanon selatan pada Minggu kemarin.

Baca juga: Roket Hizbullah Tewaskan 12 Anak Israel saat Main Bola, Iran Beri Peringatan, IDF Siapkan Balasan

Baca juga: Ribuan Orang Kumpul Antar ke Pemakaman Anak-anak Israel yang Tewas Kena Roket Hizbullah

Israel dilaporkan menembaki lokasi-lokasi di sana, tepat setelah tengah malam atau dini hari Senin saat Lebanon bersiap menghadapi serangan balik yang mungkin dilakukan Israel.

PM Israel Netanyahu dan Menhan Gallant melakukan pertemuan dengan anggota kabinet keamanan tingkat tinggi pada Minggu kemarin untuk membahas tanggapan Israel terhadap serangan Hizbullah yang menewaskan 12 anak di sana.

Menurut laporan kantor Perdana Menteri, selama pertemuan empat jam para anggota parlemen memberikan suara untuk memberikan wewenang Netanyahu dan Gallant memutuskan skala dan waktu respons Israel terhadap serangan roket mematikan di Golan, Sabtu lalu.

Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, keduanya abstain dalam pemungutan suara.

Selama pertemuan puncak tersebut, para menteri diberi cukup waktu untuk berbicara setelah banyak dari mereka mengeluhkan cara yang asal-asalan dalam menyetujui serangan terhadap Yaman seminggu sebelumnya.

Para menteri juga membahas perundingan penyanderaan yang sedang berlangsung dengan kelompok Hamas, diperkirakan akan terpengaruh oleh tanggapan Israel namun direncanakan akan ada pertemuan khusus lainnya membahas persoalan itu.

 

 

Tuding Hizbullah Satu-satunya Penyebab

Israel menuding Hizbullah sebagai satu-satunya dalang penyebab serangan roket mematikan di Golan, Sabtu lalu.

“Roket yang membunuh anak laki-laki dan perempuan kami adalah roket Iran dan Hizbullah adalah satu-satunya organisasi yang memiliki roket itu di gudang senjatanya,” tulis kementerian luar negeri Israel.

Baca juga: Bobol Sudah! Bom Meledak di Tel Aviv Ibu Kota Israel, Ada yang Tewas hingga Luka-luka

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga merilis bukti menunjukkan pecahan peluru yang ditemukan di lapangan sepak bola cocok dengan roket Falaq-1 buatan Iran yang secara eksklusif digunakan oleh Hizbullah di Lebanon.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved