Konflik Palestina vs Israel
Ribuan Orang Kumpul Antar ke Pemakaman Anak-anak Israel yang Tewas Kena Roket Hizbullah
Ribuan orang berkumpul di Majdal Shams, Israel menghadiri pemakaman anak-anak yang tewas akibat roket pejuang Islam Hizbullah, Minggu (28/7/2024).
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Ribuan orang berkumpul di Majdal Shams, Israel menghadiri pemakaman anak-anak yang tewas akibat roket pejuang Islam Hizbullah, Minggu (28/7/2024).
Prosesi pemakaman dimulai untuk 10 dari 12 anak yang tewas dalam serangan roket Hizbullah kemarin di lapangan sepak bola kota Majdal Shams.
Kaum muda membawa karangan bunga dan foto-foto teman serta kerabat mereka saat peti mati putih kecil dibawa melalui jalan-jalan kota Druze di Dataran Tinggi Golan.
Dilansir Times of Israel, situs berita Ynet melaporkan sejumlah kerabat dan teman para korban telah dibawa dengan ambulans untuk dirawat setelah mereka diliputi emosi.
Diketahui sebelumnya Roket Hizbullah menghantam lapangan sepakbola kota Druze Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan pada Sabtu (27/7/2024).
Selain 12 anak Israel tewas, sejumlah anak lainnya yang terluka dalam serangan roket tersebut berada dalam kondisi serius di unit perawatan intensif pediatrik di utara.
Banyak di antaranya mengalami cedera yang mengubah hidup alias cacat.
Baca juga: Roket Hizbullah Tewaskan 12 Anak Israel saat Main Bola, Iran Beri Peringatan, IDF Siapkan Balasan
Baca juga: 12 Anak Israel Tewas saat Main Bola di Lapangan, Kena Hantam Roket Hizbullah
Direktur Ziv Medical Center di Safed, Prof Salman Zarka mengatakan, sebanyak 30 orang yang terluka tiba segera setelah serangan, dan 15 orang masih dirawat di rumah sakit.
Dia mengatakan, tiga dari mereka dalam kondisi serius. Sejumlah lainnya diperkirakan akan menjalani operasi tambahan sepanjang hari.
"Sayangnya kami sudah terbiasa dengan kejadian yang mengakibatkan banyak korban, tetapi korbannya adalah anak-anak," ungkap Prof Salman dilansir Times of Israel dari Channel 12, Minggu siang.
"Ini adalah tragedi besar bagi wilayah ini," tambahnya.
Sementara Direktur Unit Perawatan Intensif Anak di Pusat Medis Rambam di Haifa, Profesor Danny Eitan mengatakan, ada tiga anak dalam kondisi serius di unit perawatan intensif anak yang menjalani operasi semalam.
"Malam yang sulit. Lima korban luka tiba di Rambam, empat di antaranya dioperasi dan kemudian dipindahkan ke unit perawatan intensif anak," ungkap Prof Danny kepada Channel 12.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.