Konflik Palestina vs Israel

Khawatir Perang Lawan Iran-Lebanon, "PLN" Israel: Butuh Waktu 2 Hari Pulihkan Listrik Israel

Khawatir perang lawan Lebanon dan Iran, perusahaan listrik atau "PLN" Israel (IEC) mengungkapkan, butuh waktu dua hari untuk memulihkannya.

|
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
David Cohen/Flash90
Pemandangan kebakaran besar akibat serangan dari Lebanon, di kota utara Kiryat Shmona, 3 Juni 2024 lalu. Khawatir perang lawan Lebanon dan Iran, perusahaan listrik atau "PLN" Israel (IEC) mengungkapkan, butuh waktu dua hari untuk memulihkannya. 

SERAMBINEWS.COM - Khawatir perang lawan Lebanon dan Iran, perusahaan listrik atau "PLN" Israel (IEC) mengungkapkan, butuh waktu dua hari untuk memulihkannya.

CEO IEC, Meir Spiegler mengatakan, dalam skenario terburuk perusahaan listrik Israel butuh waktu sampai 48 jam hingga petugas dapat memulihkan listrik ke beberapa lokasi jika infrastruktur di Israel menjadi sasaran serangan.

"Jika lokasi strategis menjadi sasaran dalam situasi ekstrem, butuh waktu 12-48 jam untuk memperbaikinya," kata Spiegler dikutip Times of Israel dari Channel 12, Kamis (1/8/2024).

Dengan hati-hati CEO IEC itu mencatat, tidak seluruh wilayah Israel padam listrik selama dua hari.

Tetapi dia tidak akan menyebutkan daerah-daerah yang mungkin lebih rentan terhadap pemadaman listrik dalam jangka panjang.

Baca juga: Israel Bunuh Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Media AS New York Times: Keamanan Iran Memalukan

Baca juga: Bersiap Perang Besar! Haniyeh Terbunuh, Petinggi Iran Perintahkan Serangan Langsung ke Israel

Petinggi Iran Perintahkan Serangan Langsung ke Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei kabarnya memerintahkan serangan langsung ke Israel usai Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh terbunuh.

Dilansir dari New Work Times, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah mengeluarkan perintah bagi Iran untuk menyerang Israel secara langsung, sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas itu di Teheran, Rabu (31/7/2024)

Tiga pejabat Iran yang diberi pengarahan tentang perintah tersebut mengatakan, Khamenei memberikan perintah pada pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Rabu pagi, tak lama setelah diumumkan Haniyeh terbunuh.

Ketiga pejabat Iran, termasuk dua di antaranya anggota Garda Revolusi itu meminta agar nama mereka tidak dipublikasikan karena tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.

 

 

Iran dan Hamas menuduh Israel atas pembunuhan tersebut. Sementara Israel yang tengah berperang dengan Hamas di Jalur Gaza, tidak mengakui atau membantah pembunuhan Haniyeh, yang berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran.

Israel memiliki sejarah panjang dalam membunuh musuh di luar negeri, termasuk ilmuwan nuklir dan komandan militer Iran.

Selama hampir 10 bulan perang di Gaza, Iran telah mencoba untuk mencapai keseimbangan, memberikan tekanan pada Israel dengan meningkatkan serangan secara tajam oleh sekutu dan pasukan proksinya di wilayah tersebut, sambil menghindari perang habis-habisan antara kedua negara.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved