Konflik Palestina vs Israel
Khawatir Perang Lawan Iran-Lebanon, "PLN" Israel: Butuh Waktu 2 Hari Pulihkan Listrik Israel
Khawatir perang lawan Lebanon dan Iran, perusahaan listrik atau "PLN" Israel (IEC) mengungkapkan, butuh waktu dua hari untuk memulihkannya.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Khawatir perang lawan Lebanon dan Iran, perusahaan listrik atau "PLN" Israel (IEC) mengungkapkan, butuh waktu dua hari untuk memulihkannya.
CEO IEC, Meir Spiegler mengatakan, dalam skenario terburuk perusahaan listrik Israel butuh waktu sampai 48 jam hingga petugas dapat memulihkan listrik ke beberapa lokasi jika infrastruktur di Israel menjadi sasaran serangan.
"Jika lokasi strategis menjadi sasaran dalam situasi ekstrem, butuh waktu 12-48 jam untuk memperbaikinya," kata Spiegler dikutip Times of Israel dari Channel 12, Kamis (1/8/2024).
Dengan hati-hati CEO IEC itu mencatat, tidak seluruh wilayah Israel padam listrik selama dua hari.
Tetapi dia tidak akan menyebutkan daerah-daerah yang mungkin lebih rentan terhadap pemadaman listrik dalam jangka panjang.
Baca juga: Israel Bunuh Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Media AS New York Times: Keamanan Iran Memalukan
Baca juga: Bersiap Perang Besar! Haniyeh Terbunuh, Petinggi Iran Perintahkan Serangan Langsung ke Israel
Petinggi Iran Perintahkan Serangan Langsung ke Israel
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei kabarnya memerintahkan serangan langsung ke Israel usai Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh terbunuh.
Dilansir dari New Work Times, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah mengeluarkan perintah bagi Iran untuk menyerang Israel secara langsung, sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas itu di Teheran, Rabu (31/7/2024)
Tiga pejabat Iran yang diberi pengarahan tentang perintah tersebut mengatakan, Khamenei memberikan perintah pada pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Rabu pagi, tak lama setelah diumumkan Haniyeh terbunuh.
Ketiga pejabat Iran, termasuk dua di antaranya anggota Garda Revolusi itu meminta agar nama mereka tidak dipublikasikan karena tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.
Iran dan Hamas menuduh Israel atas pembunuhan tersebut. Sementara Israel yang tengah berperang dengan Hamas di Jalur Gaza, tidak mengakui atau membantah pembunuhan Haniyeh, yang berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran.
Israel memiliki sejarah panjang dalam membunuh musuh di luar negeri, termasuk ilmuwan nuklir dan komandan militer Iran.
Selama hampir 10 bulan perang di Gaza, Iran telah mencoba untuk mencapai keseimbangan, memberikan tekanan pada Israel dengan meningkatkan serangan secara tajam oleh sekutu dan pasukan proksinya di wilayah tersebut, sambil menghindari perang habis-habisan antara kedua negara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.