Konflik Palestina dan Israel

Profil Yahya Sinwar, Pemimpin Baru Hamas Gantikan Haniyeh, Dijuluki Penjagal dari Gaza oleh Israel

Yahya Sinwar diumumkan menjadi pemimpin politik baru Hamas pada Selasa (6/8/2024) waktu setempat, diberitakan Reuters, Rabu (7/8/2024).

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AFP
Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar berbicara saat rapat umum memperingati Hari Al-Quds (Yerusalem), di Kota Gaza, 14 April 2023. 

Catatan pengadilan Israel menuliskan Yahya dipenjara pada 1988 karena membunuh empat orang Palestina yang dituduh murtad atau bekerja sama dengan Israel.

Catatan lain menunjukkan dia dijatuhi empat hukuman seumur hidup berturut-turut karena menculik dan membunuh dua tentara Israel pada 1989, dilansir dari Forbes, Selasa.

Saat dipenjara selama lebih dari dua dekade, Yahya kerap menerjemahkan ke bahasa Arab puluhan ribu halaman otobiografi berbahasa Ibrani tulisan mantan kepala badan keamanan Israel, Shin Bet. Tulisan itu berguna untuk mempelajari taktik Israel.

Dia juga menulis novel The Thorn and the Carnation di penjara. Novel itu menceritakan seorang anak laki-laki Gaza bernama Ahmed yang keluar dari persembunyian selama perang Arab-Israel 1967 dan hidup di bawah pendudukan Israel. Selama dipenjara, Yahya diketahui mencoba melarikan diri beberapa kali.

Caranya dengan menggali lubang di lantai sel. Dia juga dapat menghubungi pemimpin Hamas di luar penjara lewat ponsel selundupan atau pesan dengan perantara pengacara dan pengunjungnya.

Yahya menjadi pemimpin Hamas

Yahya bebas pada 2011 dalam pertukaran tahanan besar-besaran dengan Israel. Lebih dari 1.000 tahanan Israel dibebaskan dengan imbalan tentara Gilad Shalit yang ditangkap Hamas. Setelah dibebaskan, Yahya menikah dan memiliki anak.

Namun, dia jarang membicarakan keluarganya di muka umum. Yahya kemudian kerap terlibat dalam pertempuran Hamas melawan Israel.

Pada 2015, Departemen Luar Negeri AS menetapkannya sebagai teroris global. Dia juga dikenai sanksi oleh Inggris dan Perancis. Pada 2017, Yahya terpilih sebagai pemimpin Hamas di Gaza.

Dia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua selama empat tahun pada 2021. Sebagai pemimpin Hamas, dia dikenal sering mengkritik kepala Otoritas Palestina dari Partai Fatah, Mahmoud Abbas yang menguasai Tepi Barat.

Yahya juga bersikap keras melawan Israel. Karena itu, dia dianggap akan menyulitkan upaya perjanjian gencatan senjata dan pengembalian ratusan sandera dari Israel.

Meski begitu, dia sempat menyatakan Hamas akan terbuka untuk bernegosiasi dengan Israel dengan imbalan Israel dan Mesir mencabut blokade mereka terhadap Gaza.

Pejabat Hamas pernah bersikeras Yahya tidak memiliki keputusan akhir dalam kelompok tersebut. Namun, keputusan yang diambil Hamas tetap harus dikonsultasikan dengannya.

Sosok Yahya Sinwar: Dijuluki Penjagal dari Gaza oleh Israel

Karena keberaniannya melawan langsung militer Israel di medan perang maka banyak gelar yang didapatnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved