Konflik Palestina dan Israel
Profil Yahya Sinwar, Pemimpin Baru Hamas Gantikan Haniyeh, Dijuluki Penjagal dari Gaza oleh Israel
Yahya Sinwar diumumkan menjadi pemimpin politik baru Hamas pada Selasa (6/8/2024) waktu setempat, diberitakan Reuters, Rabu (7/8/2024).
Sinwar membentuk aparat keamanan internal Hamas pada tahun berikutnya.
Ia selanjutnya memimpin unit intelijen yang didedikasikan untuk menangkap dan menghukum tanpa ampun warga yang dituduh memberikan informasi kepada Israel.
Lulusan Universitas Islam di Gaza ini mempelajari bahasa Ibrani dengan sempurna selama 23 tahun di penjara Israel.
Sinwar dikatakan memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya dan masyarakat Israel.
Ia sebelumnya dipenjara atas pembunuhan dua tentara Israel.
Pada tahun 2011, Sinwar dibebaskan dalam pertukaran tahanan bersama 1.027 warga Palestina lainnya sebagai ganti tentara Israel Gilad Shalit.
Sinwar kemudian menjadi komandan senior di Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, sebelum mengambil alih kepemimpinan keseluruhan gerakan di Gaza.
Pendahulunya, Ismail Haniyeh, dikenal lebih moderat kepada dunia.
Namun Sinwar lebih suka memaksakan masalah Palestina ke depan dengan cara yang lebih keras, menurut AFP.
Cita-cita mendirikan negara Palestina
Sinwar memiliki mendirikan negara Palestina di mana Jalur Gaza, Tepi Barat yang dikendalikan oleh partai Fatah pimpinan Mahmud Abbas, dan Yerusalem timur, bersatu.
Menurut lembaga pemikir AS, Council on Foreign Relations, Sinwar telah berjanji untuk menghukum siapa pun yang menghalangi rekonsiliasi dengan Fatah.
Fatah adalah gerakan politik saingan yang terlibat dalam pertikaian faksional dengan Hamas setelah pemilihan umum tahun 2006.
Kesepakatan itu masih sulit dicapai, tetapi pembebasan tahanan yang dihasilkan dari perjanjian gencatan senjata singkat November lalu, telah membuat popularitas Hamas melambung di Tepi Barat.
Menurut Seurat, Sinwar telah menempuh jalan radikal dalam perencanaan militer dan pragmatis dalam politik.
"Dia tidak menganjurkan kekerasan demi kekerasan, tetapi untuk mewujudkan negosiasi dengan Israel," katanya.
Yahya Sinwar masuk dalam daftar "teroris internasional" paling dicari AS pada tahun 2015.
Sumber keamanan di luar Gaza mengatakan bahwa Sinwar berlindung di jaringan terowongan Hamas yang dibangun di bawah wilayah tersebut untuk menahan bom Israel.
Pada bulan November lalu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant berjanji untuk menemukan dan melenyapkan Sinwar.
Ia mendesak warga Gaza untuk menyerahkan Sinwar.
"Jika Anda berhasil menangkapnya sebelum kami, itu akan memperpendek perang," kata Gallant.
(*/ TribunPalu.com ) (Tribunnews.com )
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Yahya Sinwar, Pemimpin Baru Hamas Pengganti Ismail Haniyeh"
TribunPalu.com dengan judul SOSOK Yahya Sinwar! Ditunjuk Hamas Gantikan Ismail Haniyeh, Dijuluki Si Penjagal dari Gaza
Baca juga: Hamas Resmi Umumkan Yahya Sinwar Sebagai Pengganti Ismail Haniyeh, Sosok Paling Ditakuti Israel
Israel Serang Rumah Sakit Nasser di Gaza, 15 Orang Tewas Termasuk 4 Jurnalis |
![]() |
---|
Israel Siap Gencatan Senjata Jika Hamas Dibubarkan? Trump Ultimatum Hamas: Terima atau Hancur! |
![]() |
---|
Dubes AS Mike Huckabee Tolak Palestina di Tepi Barat: Kenapa Harus di Tanah yang Sama dengan Israel? |
![]() |
---|
Biadab! Israel Kembali Bantai Puluhan Warga Gaza di Titik Bantuan di Tengah Kelaparan |
![]() |
---|
Misi Kemanusiaan Disergap! Israel Tahan Kapal Bantuan Bersama Greta Thunberg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.