Selain HUT RI, Ini Daftar Peristiwa Penting Lainnya yang Diperingati di Aceh Pada Bulan Agustus

Namun selain Hari Kemerdekaan RI, pada bulan Agustus juga ada beberapa peristiwa penting lain yang juga menyimpan catatan sejarah tersendiri.

|
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/YENI HARDIKA
ilustrasi - Selain HUT RI, Ini Daftar Peristiwa Penting Lainnya yang Diperingati di Aceh Pada Bulan Agustus 

Penetapan Hakteknas dapat dimaknai sebagai upaya meningkatkan semangat kreativitas dan inovasi teknologi untuk kemajuan bangka di bidang iptek.

Adapun 10 Agustus 2024 menjadi Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-29.

Sementara itu, pada saat bersamaan yaitu 10 Agustus 2024, masyarakat di Indonesia juga memperingati Hari Veteran Nasional.

Hari Veteran Nasional juga menjadi salah satu hari besar nasional yang dirayakan setiap tanggal 10 Agustus.

Mengutip laman portal.asahankab.go.id, penetapan Hari Veteran Nasional ini tertuang dalam Keppres Nomor 30 Tahun 2014 yang diteken oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Penetapan tersebut mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya jasa dan pengorbanan para veteran Indonesia dalam memperjuangkan kedaulatan NKRI.

Selain itu, Hari Veteran Nasional juga dimaksudkan untuk mengenang gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 setelah para pejuang melawan tentara Belanda di Surakarta.

Baca juga: Delegasi Thailand Selatan Kunjungi Partai Aceh, Ingin Dalami Soal Perdamaian Aceh 

3. Hari Pramuka

Hari besar nasional selanjutnya yang diperingati pada bulan Agustus yakni Hari Pramuka (Praja Muda Karana).

Di Indonesia, Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus.

Adapun 14 Agustus 2024 nanti merupakan peringatan Hari Pramuka ke-63.

Penetepatan Hari Pramuka sebagai hari besar nasinal ini tak lepas dari sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia.

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, sebelum menggema di Indonesia, Pramuka lebih dulu berkembang di Inggris lewat pembinaan remaja oleh Lord Robert Baden Powell of Giwell.

Gerakan tersebut kemudian menyebar di negara lain, termasuk Indonesia.

Gerakan Kepanduan di Indonesia diawali dengan berdirinya Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berubah menjadi Nederlands Indische Padvinders.

Selanjutnya pada 1916, S.P. Mangkunegara VII membuat organisasi kepanduan sendiri di Tanah Air tanpa campur tangan Belanda.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved