Konflik Palestina vs Israel
Keringat Dingin, Kemenhan Israel sampai Rapat di Bawah Tanah Jelang Serangan Lebanon dan Iran
Keringat dingin, Kabinet Kementerian Keamanan Israel sampai rapat di bawah tanah jelang serangan Lebanon dan Iran yang dikabarkan dalam waktu dekat.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Hal itu mengacu pada Perang Lebanon Kedua, konflik selama 34 hari yang meletus ketika pasukan Hizbullah menangkap dua tentara Israel dan membunuh beberapa lainnya.
“Mereka yang bermain api harus siap menghadapi kehancuran,” kata Gallant.
Wali Kota Haifa, Yona Yahav, juga merujuk pada Perang Lebanon Kedua pada hari Kamis, dengan mengatakan kepada lembaga penyiaran publik, Kan bahwa persenjataan Hizbullah jauh lebih canggih dibandingkan 18 tahun yang lalu.
"Rudal-rudal itu sangat presisi, dan mereka diperkirakan akan menembakkan 4.000 rudal ke arah kita setiap hari," kata Yahav.
"Itulah yang kami persiapkan [warga negara kami]. Bagaimanapun, kami meminta mereka untuk menyiapkan cukup makanan, cukup air, karena kami perkirakan mereka harus tinggal di sana [di tempat perlindungan dan daerah aman] selama empat hingga enam hari" jika Hizbullah menyerang, tambahnya.
Dalam penilaian di Komando Front Dalam Negeri IDF, Gallant mengatakan Israel berupaya memberikan peringatan yang memadai terhadap setiap serangan yang diharapkan.
Namun menyarankan warga untuk melanjutkan kehidupan seperti biasa jika tidak ada arahan khusus.
"Ketahanan masyarakat memungkinkan kita untuk membuat keputusan operasional yang tepat," kara Gallant.
"Dalam menghadapi upaya musuh untuk menebar ketakutan, kita harus melanjutkan kehidupan sehari-hari yang normal," tambahnya.
Israel telah bersiap menghadapi serangan sejak militer membunuh Shukr minggu lalu, beberapa jam sebelum Ismail Haniyeh, pemimpin politik kelompok Hamas yang juga tewas dalam ledakan di Teheran.
Kematian Haniyeh tidak diklaim atau disangkal oleh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab hingga saat ini.
Iran, yang mendukung Hizbullah dan Hamas, bersumpah untuk membalas pembunuhan tersebut.
Laporan The Wall Street Journal pada Kamis kemarin, Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan Iran.
Negara Paman Sam itu mengingatkan, pemerintahan dan ekonomi Iran bisa mengalami pukulan yang menghancurkan jika melancarkan serangan besar terhadap Israel.
Pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada Teheran maupun melalui perantara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.