Keuchik Gampong Rukoh Bantah Ada ODGJ di Desanya
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, warga tersebut secara mental menderita demensia atau kondisi menurunnya daya ingat.
Laporan Yocerizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Keuchik Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, membantah adanya orang gila atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di desanya.
Pihak gampong sangat menyesalkan beredarnya informasi tersebut tanpa terlebih dahulu mengecek kondisi yang sebenarnya. Terlebih hal itu juga berpotensi mencemarkan nama baik keluarga.
“Tidak ada ODGJ di gampong kita. Ada, tetapi orang sakit, tidak gila,” tegas H Keuchik Rukoh, Ibnu Abbas kepada Serambinews.com, Jumat (9/8/2024).
Penegasan itu disampaikan untuk membantah informasi yang diposting salah satu akun media sosial Instagram. Melalui tayangan video pendek (reel), akun tersebut menuliskan sebagai berikut:
“Dengarkan dengan baik-baik dan teliti, orang gila di Desa Rukoh, **** 70 tahun, Lorong * No. *, Dusun Meunasah Tuha, sudah 4 bulan teriak-teriak sendiri menganggu kenyamanan warga dan dibiarkan oleh oleh Pemerintah Desa Rukoh dan Pemerintah Kota,”
“Warga sudah melapor untuk dibawa ke RS Jiwa atau panti jompo, tapi tidak ada respon. Jangan salahkan jika warga yang merasa tidak nyaman bertindak sendiri,”
Baca juga: Gugup Saat Diperiksa Polisi Polres Langsa Karena Tak Pakai Helm, WY Ternyata Bawa 9 Paket Sabu
Baca juga: Muhammad Yunus Resmi Dilantik jadi PM Sementara Bangladesh, Ini Janjinya Setelah Dilantik
Informasi inilah yang ingin diklarifikasi oleh Keuchik Rukoh. Saat memberi keterangan pers sebelum Jumat tadi, Keuchik Ibnu Abbas juga menghadirkan Herman, anak dari warga yang dituduh menderita ODGJ.
Selain itu juga ada Kepala Dusun Meunasah Tuha Rahmatsyah dan perwakilan dari Puskesmas Kopelma Darussalam, Atar Abubakar.
“Gampong sudah menanganani masalah ini dengan menurunkan pihak dari Puskesmas untuk memeriksa kondisi kesehatan warga tersebut,” ujar Keuchik.
Perwakilan dari Puskesmas Kopelma Darussalam, Atar Abubakar, menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, warga tersebut secara mental menderita demensia atau kondisi menurunnya daya ingat.
“Jadi bukan gila, tetapi demensia. Memorinya menurun. Ini hal yang wajar karena faktor usia dan genetik,” jelasnya.
Sementara secara fisik, warga dimaksud menderita asam urat dan oedema pada kaki sebelah kanan.
“Kalau berbicara masih lancar. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran soal isu adanya orang gila,” tambahnya.
Baca juga: Masih Banyak yang Belum Tahu, Ini Komponen yang Paling Tak Sehat di Mie Instan
Baca juga: Jika Berani Serang Israel, AS Ancam Bakal Hancurkan Perekonomian Iran
Sementara Herman, anak dari warga yang diduga ODGJ, mengaku sangat terpukul dengan informasi yang disebarkan di media sosial Instagram.
“Ibu tidak gila. Saya tidak terima ibu saya dikatakan gila. Ini mencemarkan nama baik keluarga,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Rukoh-ODGJ.jpg)