Suhendri Ardiansyah Disekap di Myanmar, Diancam Diamputasi jika Tidak Bayar Tebusan Rp 478 Juta
“Tujuannya sih untuk kerja, diajak sama temannya yang bernama Risky. Kalau enggak salah, dia berangkat tanggal 11 Juli.
Sementara itu, Hendri sendiri tidak bisa berbicara leluasa dengan keluarga ketika terhubung dengan sambungan telepon.
Pasalnya, kata Daniel, salah seorang pelaku bisa dan mengerti Bahasa Melayu.
“Jadi salah satu pelaku itu orang Malaysia. Makanya Hendri itu enggak bisa ngomong panjang lebar, enggak bisa ngomong macam-macam karena bahasanya kan hampir sama,” tambah Daniel.
Kata Daniel, Hendri disiksa oleh kelompok penipu.
Dirinya tidak dipenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makan dan minum.
Bahkan, kata Daniel, Hendri disiksa setiap selesai melakukan panggilan telepon dengan keluarga yang tidak kunjung mengirimkan kelompok tersebut uang.
"Menurut pengakuannya Hendri, rekaman suaranya ada. Enggak dikasih makan, enggak dikasih minum, kalau hujan minumnya air hujan. Kalau nggak ada hasil dari pihak keluarga, dalam arti duit masuk, ya dia disiksa.
Sampai namanya dipukul pakai stik golf, stik baseball," kata Daniel.
Akan tetapi, karena keterbatasan ekonomi, pihak keluarga belum mampu memberikan dana sebesar permintaan para pelaku.
Pihak keluarga telah berusaha melaporkan kejadian ini ke Kementerian Luar Negeri, BP2MI, hingga Polda Metro Jaya dengan harapan segera menemukan titik terang.
Hingga kini, keluarga Hendri masih kerap dihubungi oleh pihak penipu melalui ponsel Hendri.
Baca juga: Heri dan Keluarganya Bukan Disekap, Ternyata Gelapkan Uang Perusahaan Rp150 Juta, Bos Mediasi
KBRI Yangon Berupaya Selamatkan WNI yang Disekap dan Dianiaya di Myanmar
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon tengah berupaya menyelamatkan Suhendri (27), WNI yang diduga disekap dan dianiaya di Myanmar.
Pria asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu saat ini diduga berada di wilayah konflik di Myanmar.
Diplomat Muda Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Rina Komaria mengatakan, Suhendri Ardiansyah (27) diduga disekap dan dianiaya di daerah konflik di Myanmar.
5 Nelayan Aceh Timur Akan Dipulangkan dari Thailand Rabu, 3 September 2025 |
![]() |
---|
Aceh Kembali Kirim 87 Ribu Barel Kondesat dari WK B di Aceh Utara ke Thailand |
![]() |
---|
Kembali Memanas, 3 Tentara Thailand Terluka Akibat Ranjau Darat, Kamboja Langgar Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Setelah di Thailand Selatan, Mahasiswa Unida Lanjut KKM di Malaysia, Rektor Pantau Langsung |
![]() |
---|
Bocah 5 Tahun Disekap Ayah Kandung yang Mabuk di Kendal, Pelaku Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.