Jumat, 10 April 2026

Opini

Menutup Kesenjangan: Dukungan Menyusui untuk Semua

Menggembleng tindakan untuk mengurangi kesenjangan dalam dukungan menyusui dengan berfokus pada kelompok rentan (ibu hamil dengan kurang energi kronis

Editor: Ansari Hasyim
For: Serambinews.com
Ketua Aceh Peduli ASI, dr Aslinar SpA M Biomed 

Oleh; dr Aslinar SpA M Biomed, Founder Aceh Peduli ASI dan Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh

PERAYAAN World Breastfeeding Week (WBW) atau Pekan Menyusui Dunia tahun 2024 ini mengambil tema global “closing the gap, breastfeeding for all”. Seperti biasanya WBW tahun ini tentu juga akan diperingati secara semarak di seluruh dunia. 

Tujuan perayaan WBW tahun 2024 menitikberatkan pada empat poin yaitu 1). Memberitahukan masyarakat tentang ketidaksetaraan yang ada dalam dukungan dan prevalensi pemberian ASI, 2). Jangkar menyusui sebagai penyetara untuk menutup kesenjangan dalam masyarakat, 3). Melibatkan individu dan masyarakat untuk meningkatkan kolaborasi dan dukungan untuk menyusui serta 4). 

Menggembleng tindakan untuk mengurangi kesenjangan dalam dukungan menyusui dengan berfokus pada kelompok rentan (ibu hamil dengan kurang energi kronis (KEK), ibu pekerja (buruh), ibu hamil dan menyusui di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), serta ibu dengan disabilitas).

Baca juga: Ibu Menyusui Wajib Tahu, Ini Resep untuk Booster ASI, Bisa juga untuk Buang Lemak, Cek Cara Sajinya

Sudah sewajarnya semua pihak memberikan dukungan terhadap menyusui supaya tidak lagi adanya kesenjangan informasi di masyarakat. Jangan sampai masyarakat lebih paham dan memilih untuk mengkampanyekan susu formula dibandingkan dengan kampanye keuntungan ASI. 

Demikian juga dengan media massa, seharusnya media apapun baik media cetak, media sosial wajib lebih berpihak untuk mengiklankan keajaiban dan manfaat ASI, daripada alih alih malah mendapat cuan dari iklan sufor.

Dengan mendukung menyusui berarti mendukung target SDGs 2030 yaitu tanpa kemiskinan dimana menyusui merupakan proses yang natural dan hemat tanpa membutuhkan tambahan perlengkapan yang memerlukan pengeluaran alias gratis. Beda halnya dengan pengeluaran dana yang besar bila bayi diberikan susu formula. 

Dengan menyusui telah terbukti meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ini merupakan target SDGs berupa kehidupan sehat dan sejahtera. 

Menyusui memberikan kontribusi pada perkembangan anak yang baik seperti kecerdasan anak jika didukung juga dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang benar, dan ini sesuai dengan target SDGs lainnya yaitu berupa pendidikan yang berkualitas. 

Target selanjutnya adalah berkurangnya kesenjangan sehingga menyusui perlu dilindungi, dipromosikan, dan didukung termasuk juga di antaranya untuk kelompok rentan.  

Menyusui perlu dinormalisasi di seluruh area publik dan ini merupakan target SDGs berikutnya yaitu berupa kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Bagaimana cara memberikan dukungan untuk menyusui di segala lapisan masyarakat? Mari kita bahas satu per satu. Dimulai dari tingkat paling kecil yaitu individu. Seseorang bisa mendukung menyusui dengan membantu memberikan dukungan kepada orang terdekatnya yang sedang menyusui

Hal minimal yang bisa dilakukan adalah mengurangi “beban” ibu menyusui. Kita ketahui bahwa ibu menyusui baru saja melahirkan merasakan kelelahan ditambah dengan kenyataan ASI yang belum keluar atau masih sedikit. 

Sebagai individu, bisa membantu dengan memberikan informasi bahwa adalah hal yang wajar bila ASI masih sedikit di hari awal kelahiran karena itu sesuai dengan ukuran lambung bayi yang juga masih sangat kecil. 
Individu dalam posisi sebagai seorang suami sangat besar perannya untuk memberikan  dukungan kepada istrinya yang baru melahirkan. 

Perhatian kecil saja sangat bermanfaat merangsang reflek oksitosin (reflek pengeluaran ASI) apalagi dukungan yang diberikan lebih besar. Membelikan makanan/minuman yang disukai oleh istrinya, ikut terbangun di malam hari saat ibu menyusui bayi, mengambilkan segelas air minum atau menyuapi istrinya makan, membantu mengganti popok bayi, membantu pekerjaan rumah atau bisa memberikan pijatan ringan untuk istrinya. Yakinlah hal yang demikian akan membuat ASI istri anda mengalir deras. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved