Citizen Reporter
Memulai Petualangan Seru di Banda Yala, Thailand
Awalnya saya mengira bahwa perjalanan ini akan sama seperti perjalanan-perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri pada umumnya.
MUHAMMAD FATHUR RIZKY, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Yala, Thailand
Tanggal 3 Juli 2024 adalah awal pertualangan saya mengukir kenangan di sebuah kota bernama Banda Yala, Thailand Selatan. Banda Yala merupakan sebuah kota yang berada di daerah Thailand Selatan yang langsung berbatasan dengan Phattani. Ada kenangan-kenangan indah yang terlukis di Banda Yala ini. Hal itu bermula ketika saya mengikuti magang internasional yang diadakan oleh kampus saya, yaitu UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Saya tidak menyangka bahwa saya dapat menginjakkan kaki di kota yang sangat indah dan tenang ini. Petualangan saya dimulai ketika saya memutuskan untuk ikut dalam program magang internasional yang diadakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Awalnya saya mengira bahwa perjalanan ini akan sama seperti perjalanan-perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri pada umumnya. Namun, hal ini ternyata sangat berbeda. Perjalanan ini penuh dengan suka dan duka, serta pelajaran hidup yang berarti.
Dalam program magang internasional ini saya merupakan satu-satunya laki-laki yang mengikuti program ini. Saya dan teman-teman tidak langsung mendarat di Thailand, akan tetapi di Malaysia terlebih dahulu, tepatnya di Pulau Penang. Kemudian kami lanjutkan perjalanan dengan armada van atau bus dari Penang menuju Hat Yai, Thailand Selatan. Perjalanan ini sangat melelahkan, akan tetapi begitu mengasyikkan dan menantang.
Sebagai 'challenge' diri
Saya adalah seorang yang pasif saat berbicara dengan bahasa Inggris, akan tetapi dengan saya ikut program ini saya seperti men-challenge diri saya sendiri untuk terbiasa berbicara bahasa Inggris dengan orang lain. Namun, hal ini juga tidak mudah bagi saya. Saya harus terbiasa melakukan 'conversation' yang baik dengan lawan bicara saya.
Akan tetapi, rekan-rekan yang ingin ikut bergabung dengan program ini tidak perlu khawatir, sebab kita akan diberikan pengarahan menggunakan bahasa Inggris dan Melayu sehingga kita dapat mengerti semua peraturan dan arahan yang diberikan.
Yala adalah kota kuliner
Hal yang terlintas di dalam pikiran saya ketika ingin berkunjung ke Thailand adalah makanannya. Sebab, Thailand terkenal dengan makanan yang asam-asam. Yang saya khawatirkan adalah ketidakcocokan lidah saya dengan makanan di Thailand.
Namun, di Kota Banda Yala hampir semua makanannya sangat sedap, sesuai dengan lidah kita orang Indonesia. Bahkan, makanan di sini tidak berbeda rasa dengan makanan kita di Indonesia. Kalau Indonesia punya gulai daging, sop daging, dan ayam goreng, semua itu juga ada di Banda Yala.
Sambutan yang sangat hangat
Saya sangat tersanjung lantaran sambutan yang diberikan oleh pihak yayasan, sekolah, dan warga Thailand kepada saya dan kawan-kawan sungguh luar biasa. Mereka menganggap kami bukan sebagai orang asing, melainkan seperti keluarga yang sedang berkunjung ke rumah mereka.
Kemudian, ditambah dari pihak sekolah yang kami kunjungi menyambut kami dengan sangat meriah. Pada saat itu saya dan teman-teman ditempatkan di sekolah Satit Phattana Islam Yala. Pihak sekolah memberikan fasilitas yang terbaik untuk kami.
Mereka juga memberikan kami jamuan makan selama kami magang dengan makanan yang sangat-sangat enak.
Ada kejadian seru saat saya berkunjung ke pasar malam di Yala, Thailand. Pada saat itu ada seorang makcik yang bertanya asal saya dan tujuan saya datang ke wilayah tersebut. Ketika saya jawab bahwa asal saya dari Indonesia maka makcik tersebut sangat antuasias, bahkan memberikan dagangan yang dijualnya secara gratis kepada saya.
Hal serupa juga terjadi ketika saya dan teman-teman mengunjungi Coconut Market. Pada saat itu ada makcik bernama Kaarniee yang menyapa kami ketika kami sedang melihat barang dagangannya. Kami memperkenalkan diri dan asal kami dan ternyata Makcik Kaarniee ini juga pernah berkunjung ke Indonesia dan bisa berbahasa Indonesia. Pada akhirnya ketika ingin pulang kami diberikan es coconut dan berbagai oleh-oleh buah kering khas Thailand.
Budaya yang sangat kental
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
| TPQ Ahlul Fikri Gelar Festival Ramadhan di Gampong Cot Yang, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUHAMMAD-FATHUR-RIZKY.jpg)