Berita Pidie
Konsorsium Bawang Merah Aceh Launching Tanam Perdana di Pidie
Konsorsium Bawang Merah Aceh Launching Tanam Perdana di Pidie. Jadikan Pidie Sebagai Dapur Penghasil Bawang di Sumatera
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Konsorsium Bawang Merah Aceh bersama pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) Pusat melakukan penanaman bawang merah perdana pada lauching di hamparan luas areal 4 Ha di Komplek Dayah Darussalam Lampoh Tuah, Kecamatan Gorong-gorong, Pidie, Minggu (25/8/2024).
Launching penanaman pada lahan 4 H itu merupakan program pengembangan bawang merah dari 1.000 Ha pada lahan produktif di enam kecamatan di Kabupaten Pidie.
Dalam momen lauching penanaman bawang merah tersebut turut hadir pihak BSI Muslahat Pusat, Nana Mulyana, pimpinan BSI Sigli, Abdul Hamid, pihak Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh serta ratusan tamu undangan lainnya.
"Penanaman perdana bawang merah di Pidie ini merupakan program Kampung Bawang sekaligus sebagai peluncuran Dapur Sumatera," kata Ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh, Ir H Zakaria A Gani kepada Serambinews.com, Minggu (25/8/2024).
Baca juga: Konsorsium Borong 20 Ton Bawang Merah di Pidie
Dijelaskan Zakaria, program pengembangan Kampung Bawang ini menjadi Pidie sebagai target ketahanan pangan serta pengendalian inflasi.
Sehingga, kabupaten berjuluk penghasil emping melinjo itu dapat dijadikan sebagai penghasil bawang merah.
Sehingga dalam hal ini, Kabupaten Pidie dapat menjadi daerah penghasil bawang merah atau sebagai Dapur Sumatera dalam pengembangan komuditi bahan baku utama bumbu masak itu.
Dari program Kampung Bawang merah itu pihak Konsorsium Bawang Merah Aceh telah menjadikan 1.000 lahan produktif di enam kecamatan sebagai basis utama pengembangan bawang. Yaitu, Kecamatan Pidie, Padang Tiji Grong-grong, Peukan Baro, Indra Jaya dan Simpan Tiga.
Jadi, khusus areal pengembangan inovasi di Lampoh Tuah Kecamatan, Gorong-gorong pada lahan 4 Ha sebagai lokasi edukasi penanaman bawang merah berbasis Dayah Mandiri dengan pola syariah berupa bagi hasil.
Maka dalam hal ini, pihak konsorsium turut melibatkan BSI selaku pendamping dalam permodalan.
Sehingga, segala kebutuhan petani dari sisi bibit, pupuk, pengolahan lahan hingga pendampingan. Yaitu, berupa edukasi penerapan ilmu teknologi bertani dari tradisional dijadikan petani yang menerapkan teknologi modern atau ilmiah.
Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 9 Khasiat Bawang Hitam Jika Dikonsumsi Secara Rutin
"Pola ini diterapkan empat sebagai langkah mengedukasi petani lewat partner bank dengan target penanaman jauh lebih luas dimasa akan datang,"ujarnya.
Ditambahkan, sebagai pilot projek Dayah Mandiri yang dipusatkan di Dayah Darussalam Lampoh Tuah, Grong-grong, tentunya dapat mengorbitkan para santri yang memiliki jiwa enterpreneur.
"Dampak dari komitmen pengembangan bawang merah ini benar-benar nantinya menjadi santri lebih mandiri di Kampung Bawang," ungkapnya.
| Rumah Imam Meunasah di Pidie Terbakar Saat Pemilik ke Bener Meriah, 1 Ton Gabah Hangus |
|
|---|
| 4 Kali Banjir Terjang 18 Desa |
|
|---|
| Bupati Sarjani Akui Banyak Sekolah di Pidie Dijabat Plt, Kini Nama-nama Telah Diusulkan |
|
|---|
| DPRK Pidie Soroti Aktivasi JKA Berjenjang: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban Administrasi |
|
|---|
| Lapas Perempuan Sigli Gelar Ikrar Pemasyarakatan: Bersih HP Illegal, Narkoba dan Penipuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Konsorsium-Bawang-Merah-Aceh-Launching-Tanam-Perdana-di-Pidie.jpg)