Breaking News

Kesehatan

Ternyata, Daging Berisiko Sebabkan Hipertensi, Waspada Jika Komplikasi ke Jantung

 Hipertensi bisa disebabkan karena genetik atau keturunan, namun penyebab paling sering adalah pola hidup dan makan tidak sehat.

Editor: Nur Nihayati
Tokopedia
Rendang Daging Sapi. Resep Rendang Sapi untuk Hidangan Idul Fitri Bareng Keluarga, Lengkap Dengan Tips Daging Cepat Empuk (Tokopedia) 

"Daging bisa berisiko menyebabkan hipertensi jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga. Dengan kata lain, kebiasaan setelah makan daging langsung rebahan atau bermalas-malasan, itu yang berisiko," paparnya.

dr Robert menyampaikan, hipertensi adalah penyakit yang tidak dapat langsung menyebabkan kematian.

Tapi jika hipertensi sudah mengalami komplikasi ke jantung atau stroke, maka bisa berisiko menyebabkan kematian.

"Penderita hipertensi dengan tekanan darah tidak terkontrol wajib waspada adanya komplikasi ke jantung dan stroke jika disertai keluhan nyeri dada dan lemah badan, terutama jika tekanan darah diatas 180/110 mmHg.

Pengobatan Hipertensi

Menurut dr Robert, pengobatan hipertensi bisa berbeda pada setiap penderita tergantung seberapa tinggi tekanan darahnya.

Jika tekanan darahnya tidak terlalu tinggi maka pengobatannya bisa dengan menjalankan pola hidup sehat, serta makan dan minum yang sehat.

Jika tekanan darahnya masih belum turun, atau memang sejak awal tekanan darah sudah tinggi, maka perlu minum obat secara teratur dari dokter.

"Obatnya mulai dari yang satu jenis sekali minum sampai dengan kombinasi beberapa jenis obat," ucap dr Robert.

Obat ini harus rutin diminum seumur hidup, walaupun tekanan darahnya sudah terkontrol. Sebab tekanan darah yang terkontrol dikarenakan oleh minum obat, jika tidak minum obat dikhawatirkan tekanan darahnya naik lagi.

Cara Cegah Hipertensi

Hipertensi bisa dengan mudah dicegah, caranya dengan menjalani pola hidup sehat.

Pola hidup sehat itu seperti istirahat yang cukup, hindari begadang, dan hindari stres.

Kemudian rutin olahraga minimal 3 kali dalam seminggu dan setiap kali olahraga waktunya minimal 30 menit.

"Kalau bisa olahraga rutin setiap hari lebih bagus lagi," ujar dr Robert.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved