Pilkada Subulussalam 2024

Tokoh Masyarakat Subulussalam Ingatkan Jangan Saling Hujat di Medsos Hanya Gara-gara Pilkada

”Memang banyak kali akun palsu yang muncul di Facebook dan berisi hujatan-hujatan kepada balon tertentu, ini seharusnya tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kolase foto tokoh masyarakat Subulussalam, dr H Syahyuril (kiri), dan Andong Maha, SP, MAP. 

Terkait dengan masalah itu, masyarakat diimbau tidak terpancing oleh provokasi dari kelompok-kelompok yang menebar berbagai isu negatif tersebut. 

Imbauan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kota Subulussalam, dr H Syahyuril. 

Menurut Syahyuril, tindakan tersebut dapat memicu gesekan-gesekan di antara kelompok yang akhirnya timbul salah paham.

"Jangan sampai kita nodai pilkada yang bertujuan mencari sosok pemimpin ini. Kita harus menjaga kekondusifan masyarakat, sebab sekarang ini adalah start maju atau mundurnya daerah ini lima tahun ke depan," imbau Syahyuril.

Mantan Ketua PD Muhammadiyah ini menambahkan, bahwa semua calon yang nantinya berhasil lolos menuju Pilkada Subulussalam merupakan putra terbaik di daerah itu dan memiliki kelebihan masing-masing. 

Soal siapa yang paling layak menjadi pemimpin, kata Syahyuril, hal itu akan dapat diperoleh setelah pencoblosan selesai digelar.

Yang terpenting, lanjut Syahyuril, masyarakat teredukasi agar memilih kandidat berlandaskan yang memiliki track record terbaik.

"Yang kita imbau itu menyangkut kampanye hitam karena akan membuat masyarakat ini terbelah. Ia akan menyebarkan permusuhan, fitnah, SARA, dan kebencian,” pesan dia. 

“Ini kan tidak baik. Fitnah itu tidak baik. Terus kalau membuat status di Facebook, IG, TikTok, WAG, atau medsos lainnya juga haruslah pakai cara-cara yang santun, beretika, dan edukatif,” imbaunya. 

“Jangan menggunakan cara-cara kampungan menindas dan menjelek-jelekkan. Cara-cara seperti itu tidak sehat,” papar Syahyuril. 

“Silakan tunjukkan kelebihan masing-masing, namun jangan menyudutkan apalagi memfitnah orang lain,” pesan Anggota DPRK Aceh Singkil/Subulussalam periode 2004-2009 tersebut.

Hal senada disampaikan Andong Maha, dosen STIT Hamzah Fansury yang mengaku merinding manakala membaca isi status akun palsu jejaring sosial, khususnya Facebook belakangan ini. 

Menurut Andong, akun-akun Facebook yang muncul dengan menyudutkan para pasangan balon kandidat wali kota/wakil wali kota cenderung bersifat pembodohan kepada masyarakat.

Hal ini terlihat seperti akun-akun medsos yang memunculkan nama-nama gelap.

Dikatakan dia, komentar dan berita disebarkan tidak memiliki landasan yang kuat, bahkan lebih kepada penafsiran pribadi dan sentimen pribadi terhadap para pasangan kandidat. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved