Konflik Palestina vs Israel
Jenderal Israel: Hamas Itu Hebat dan Mereka akan Menang Meski Israel Unggul Dalam Taktik
Di hari 349 hari sejak Israel mengkonfrontasi Jalur Gaza, Hamas hingga kini masih belum terkalahkan dan masih juga melakukan perlawanan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Jenderal Israel: Hamas Itu Hebat dan Mereka akan Menang Meski Israel Unggul Dalam Taktik
SERAMBINEWS.COM – Seorang jenderal senior Israel mengatakan bahwa kelompok gerakan perlawanan Palestina, Hamas sungguh hebat dalam pertahanan di Jalur Gaza yang terkepung.
Di hari 349 hari sejak Israel mengkonfrontasi Jalur Gaza, Hamas hingga kini masih belum terkalahkan dan masih juga melakukan perlawanan.
Ketangguhan Hamas itu, menurut Jenderal Israel, akan membawa kemenangan bagi mereka meski Israel unggul dalam taktik.
Dalam wawancara dengan The New York Times yang diterbitkan pada Selasa, adalah Mayor Jenderal Gadi Shamni, mantan komandan divisi militer Israel di Gaza.
Ia menekankan bahwa Hamas memenangkan perang, sementara rezim Tel Aviv kalah dan dalam skala besar.”
Jenderal Gadi menambahkan bahwa meskipun kemampuan militer Hamas telah menurun, gerakan tersebut terus memegang otoritas atas Gaza.
Ia menekankan bahwa pejuang Hamas telah merebut kembali kota-kota di wilayah yang diblokade tersebut tepat 15 menit setelah pasukan Israel menarik diri dari mereka.
Menurut laporan Time, Shamni tidak sendirian dalam penilaian ini.

Hal ini juga diamini oleh sejumlah pejabat militer Israel, baik saat ini maupun sebelumnya, yang tidak melihat kekalahan Hamas sebagai suatu kemungkinan.
Mereka menekankan bahwa rezim Tel Aviv kalah dalam perang, pencegahan dan tawanannya.
Secara terpisah pada Selasa, lembaga penyiaran Amerika ABC News mengutip pernyataan seorang pejabat militer senior yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Israel “kalah dalam perang.”
Pejabat tersebut juga memperingatkan agar tidak melancarkan perang di Lebanon, dengan mengatakan perang di sana “mudah dimulai, tetapi sangat sulit diakhiri,”.
ABC News juga mengutip pernyataan pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Israel “terjebak” di Gaza dan tidak mampu mencapai tujuan perangnya.
Israel melancarkan perang brutal yang didukung AS di Gaza pada 7 Oktober setelah Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa terhadap entitas perampas kekuasaan itu sebagai balasan atas meningkatnya kekejaman terhadap rakyat Palestina.
Trump Sesumbar Akhiri Perang Gaza dalam Dua Pekan di Tengah Serangan Israel yang Terus Meningkat |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Trump Siapkan Rencana Gaza Pasca-perang, Warga Palestina Khawatir Jadi Korban Relokasi Paksa |
![]() |
---|
Enam Orang Tewas dan Puluhan Terluka Akibat Serangan Israel ke Ibu Kota Yaman, Houthi Janji Balas |
![]() |
---|
Israel Serang Ibu Kota Yaman dengan Bom Cluster, Menargetkan Infrastruktur Sipil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.