Konflik Palestina vs Israel

Jenderal Israel: Hamas Itu Hebat dan Mereka akan Menang Meski Israel Unggul Dalam Taktik

Di hari 349 hari sejak Israel mengkonfrontasi Jalur Gaza, Hamas hingga kini masih belum terkalahkan dan masih juga melakukan perlawanan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS/hamas military
Untuk pertama kalinya sejak invasi Rafah dilancarkan pada awal Mei, sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, mengumumkan bahwa pejuangnya menembakkan peluru kendali anti-tank (ATGM) ke sasaran Israel. 

Namun, hampir setahun setelah agresi genosida tersebut, rezim Tel Aviv gagal mencapai tujuan yang dideklarasikannya untuk menghancurkan Hamas dan menemukan tawanan Israel.

Israel telah membunuh setidaknya 41.252 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 95.497 lainnya.

 

Ribuan IDF Ditarik dari Gaza Lalu Disiagakan di Perbatasan Lebanon

Menyusul serangan teroris siber Israel di Lebanon, Tel Aviv mengerahkan pasukan di perbatasan dengan Lebanon untuk mengantisipasi perang skala penuh.

Dilaporkan ribuan pasukan zionis Israel (IDF) ditarik dari jalur Gaza dan Tepi Barat, lantas ditempatkan di perbatasan Lebanon, Kamis (19/9/2024).

Hal itu dilakukan IDF untuk mengantisipasi perang besar-besaran dengan gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, mengutip Al-Jazeera.

Perkiraan perang besar ini terjadi setelah serangan teroris dunia maya Israel, yang dilakukan dalam dua gelombang pada hari Selasa dan Rabu, menewaskan sedikitnya 32 warga Lebanon termasuk anak-anak, dan melukai ribuan lainnya.

“Radio tentara Israel mengatakan bahwa telah diputuskan untuk memindahkan pasukan tempur dari Tepi Barat ke perbatasan dengan Lebanon untuk mengantisipasi pecahnya perang skala penuh,” kata Al-Jazeera.

ABC News juga melaporkan bahwa Israel telah memindahkan kekuatan tempur yang kuat ke perbatasan utara dalam beberapa hari terakhir.

“Israel telah memperkuat pasukan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, termasuk kedatangan divisi tentara yang kuat minggu ini, termasuk yang bertempur di Jalur Gaza," ujar laporan tersebut.

Jaringan berita Amerika berbicara tentang pengerahan divisi ke-98 di perbatasan dengan Lebanon, yang menurutnya mencakup ribuan tentara, termasuk unit infanteri penerjun payung dan artileri serta pasukan komando elit.

Pengerahan divisi ke-98 juga dikonfirmasi oleh surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.

"Sebagai persiapan untuk kemungkinan perluasan perang melawan Hizbullah di Lebanon selatan,” bunyi laporan lainnya.

The Wall Street Journal juga mengutip sumber informasi yang mengatakan bahwa serangan teroris siber Israel di Lebanon terjadi bersamaan dengan pemindahan divisi dari Jalur Gaza ke perbatasan dengan Lebanon.

Sementara itu Radio Israel melaporkan pada tanggal 16 September bahwa komandan brigade utara, Uri Gordin, mengumumkan pasukannya siap untuk membangun zona keamanan di sisi perbatasan Lebanon.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved