Berita Pidie
DPRK Tetapkan Hari Jadi Kabupaten Pidie Sejak 18 September 1511 M dan Telah Berusia 513 Tahun
DPRK Pidie Paripurnakan Penetapan Hari Kabupaten Pidie. Ditetapkan Sejak 18 September 1511 M Dan Telah Berusia 513 Tahun
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie menyepakati penetapan hari jadi kabupaten penghasil emping melinjo itu pada 18 September 1511 M atau bertepatan 22 Jumadil Akhir 917 Hijriah.
Kesepakatan penetapan tersebut dilakukan dalam sidang paripurna istimewa yang berlangsung Jumat (20/9/2024) petang di gedung DPRD setempat.
Persetujuan itu dilakukan diutarakan oleh ketua sementara DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra SH yang secara terbuka dikemukakan dalam rapat Paripurna Istimewa tentang persetujuan penerapan hari jadi Pidie persisnya sekira pukul 16.00 WIB.
Semua anggota Legislatif yang hadir menyampaikan kesepakatan bahwa Kabupaten Pidie lahir pada 18 September 1511M.
Baca juga: Peringati Hari Jadi ke-513 Tahun, Pemkab Pidie Gelar Pawai Budaya hingga Tot Apam
"Saya katakan, bahwa Hari Jadi atau hari lahir Pidie pada 18 September 1511 M atau 22 Jumadil akhir 917 H apakah disepakati?," sebut ketua DPRK Pidie dalam pidato pengantar sidang paripurna istimewa.
Dijelaskan Bulek sapaan akrab Anwar Sastra Putra SH kepada Serambinews.com, Sabtu (21/9/1014) bahwa hingga sampai 2024, Pidie telah berusia 513 tahun secara Masehi dan 529 secara tahun Hijriah.
Maka dalam beberapa literatur dan sejarah, fakta dan arkeologi menyebutkan bahwa awal mula Pidie itu adalah sebuah daerah bernama Poli.
Hal ini berdasarkan kutipan riwayat Tiongkok atau China pada tahun 413 M seorang musafir pernah singgah di Poli yaitu negeri yang makmur yang rajanya berkendraan gajah.
Lalu berpakaian sutra dan bermahkoda emas. Lalu dari Poli berubah nama menjadi Sama Indra pada abad 7 sampai 16.
Berikutnya menjadi Raja Pedir dari abad 16 sampai 19 dan kini disebut dengan nama Pidie.
"Jadi kerajaan Pedir telah berdiri sebagai kerajaan yang berdaulat dan merdeka yang wilayahnya terbentang mulai Kuala Batee sampai Kuala Ulim yang termasuk Meureudu di dalamnya,"ujarnya.
Baca juga: Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Isi Tausiah di Pidie, Sampaikan Tentang Hancurnya Suatu Bangsa
Pj Bupati Pidie, Drs Samsul Azhar MSi kepada Serambinews.com, Sabtu (21/9/2024) mengatakan, komitmen pembentukan hari jadi Pidie ini dilakukan secara komprehensif berdasarkan fakta-fakta sejarah, arkeologis secara otentik dengan melibatkan semua pihak.
"Maka hasil kesepakatan hari jadi Pidie pada 18 September 1511 M atau 22 Jumadil akhir 917 H," ujarnya.
Dijelaskan mantan Sekda Pidie itu, bahwa penetapan hari jadi Pidie dimaksud dengan tiga pertimbangan utama yaitu, kajian sejarah saat Kerajaan Pedir menjadi sebuah kerajaan Islam yang berdaulat.
| USK Latih Warga Jurong Mesjid Pidie Olah Ikan Agar Lebih Bernilai Ekonomis |
|
|---|
| Istri Tgk Anwar Dimakamkan di Dekat Pusara Ibunda, Dihadiri Ratusan Warga dan Tokoh Masyarakat |
|
|---|
| ASN dan Forkopimcam Peukan Baro Bantu Korban Rumah Terbakar |
|
|---|
| Jembatan Aramco di Buloh Reubee Pidie Diresmikan, Perlancar Akses Pertanian Warga |
|
|---|
| Rumah Imam Meunasah di Pidie Terbakar Saat Pemilik ke Bener Meriah, 1 Ton Gabah Hangus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hari-lahir-kabupaten-pidie-atau-pedir.jpg)