Jumat, 15 Mei 2026

Berita Pidie

DPRK Tetapkan Hari Jadi Kabupaten Pidie Sejak 18 September 1511 M dan Telah Berusia 513 Tahun 

  DPRK Pidie Paripurnakan Penetapan Hari Kabupaten Pidie.  Ditetapkan Sejak 18 September 1511 M Dan Telah Berusia 513 Tahun

Tayang:
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
serambinews.com/idris ismail
Pj Bupati Pidie,  Drs Samsul Azhar MSi (tengah) menyerahkan naskah dokumen penetapan hari jadi Pidie kepada ketua DPRK,  Anwar Sastra Putra SH (dua kanan) dalam  sidang paripurna istimewa di gedung DPRK setempat, Jumat (20/9/2024) petang. SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL  

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie menyepakati penetapan hari jadi kabupaten penghasil emping melinjo itu pada 18 September 1511 M atau bertepatan 22 Jumadil Akhir 917 Hijriah.

Kesepakatan penetapan tersebut dilakukan dalam sidang paripurna istimewa yang berlangsung Jumat (20/9/2024) petang di gedung DPRD setempat.

Persetujuan  itu dilakukan diutarakan oleh ketua sementara DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra SH yang secara terbuka dikemukakan dalam rapat Paripurna Istimewa tentang persetujuan penerapan hari jadi Pidie persisnya sekira pukul 16.00 WIB.

Semua anggota Legislatif yang hadir menyampaikan kesepakatan bahwa Kabupaten Pidie lahir pada 18 September 1511M.

Baca juga: Peringati Hari Jadi ke-513 Tahun, Pemkab Pidie Gelar Pawai Budaya hingga Tot Apam

"Saya katakan, bahwa Hari Jadi atau hari lahir Pidie pada 18 September 1511 M atau 22 Jumadil akhir 917 H apakah disepakati?," sebut ketua DPRK Pidie dalam pidato pengantar sidang paripurna istimewa.

Dijelaskan Bulek sapaan akrab Anwar Sastra Putra SH kepada Serambinews.com, Sabtu (21/9/1014)  bahwa hingga sampai 2024, Pidie telah berusia 513 tahun secara Masehi dan 529 secara tahun Hijriah.

Maka dalam beberapa literatur dan sejarah, fakta dan arkeologi menyebutkan bahwa awal mula Pidie itu adalah sebuah daerah bernama Poli.

 Hal ini berdasarkan kutipan riwayat Tiongkok atau China pada tahun 413 M seorang musafir pernah singgah di Poli yaitu negeri yang makmur yang rajanya berkendraan gajah.

Lalu berpakaian sutra dan bermahkoda emas. Lalu dari Poli berubah nama menjadi Sama Indra pada abad 7 sampai 16.

 Berikutnya menjadi Raja Pedir dari abad 16 sampai 19 dan kini disebut dengan nama Pidie.

"Jadi kerajaan Pedir telah berdiri sebagai kerajaan yang berdaulat dan merdeka yang wilayahnya terbentang mulai Kuala Batee sampai Kuala Ulim yang termasuk Meureudu di dalamnya,"ujarnya.

Baca juga: Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Isi Tausiah di Pidie, Sampaikan Tentang Hancurnya Suatu Bangsa

Pj Bupati Pidie, Drs Samsul Azhar MSi kepada Serambinews.com, Sabtu (21/9/2024) mengatakan, komitmen pembentukan hari jadi Pidie ini dilakukan secara komprehensif berdasarkan fakta-fakta sejarah, arkeologis secara otentik dengan melibatkan semua pihak. 

"Maka hasil kesepakatan hari jadi Pidie pada 18 September 1511 M atau 22 Jumadil akhir 917 H," ujarnya.

Dijelaskan mantan Sekda Pidie itu, bahwa penetapan hari jadi Pidie dimaksud dengan tiga  pertimbangan utama yaitu, kajian sejarah saat Kerajaan Pedir menjadi sebuah kerajaan Islam yang berdaulat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved