Pendidikan

Aceh Raih Medali Emas dalam Cabang Monolog di Ajang FLS2N, Kadisdik: Anak Aceh Memang Keren

Atas prestasinya yang menakjubkan, putra Simeulue ini berhak memperoleh  medali emas, piagam penghargaan

|
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Raihan Afif, siswa SMAN 1 Sinabang, Kabupaten Simeulue, menerima hadiah medali emas dan uang pembinaan Rp25 juta atas prestasinya sebagai juara 1 lomba monolog tingkat SMA pada ajang FLS2N 2024 di Jakarta, Sabtu (21/9/2024). 

Atas prestasinya yang menakjubkan, putra Simeulue ini berhak memperoleh  medali emas, piagam penghargaan

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Raihan Afif, siswa SMAN 1 Sinabang, Kabupaten Simeulue, berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional bulan ini.

Namanya diumumkan dewan juri sebagai juara 1 dalam lomba monolog pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Sunlake Waterfront Resort & Convention, Jakarta, Sabtu (21/9/2024) siang.

Atas prestasinya yang menakjubkan, putra Simeulue ini berhak memperoleh  medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.

Selain Raihan Afif, satu lagi putri Simeulue untuk kategori SMK juga dinobatkan sebagai juara harapan 1 cabang monolog, yakni Walpa Putri dari SMKN 2 Sinabang.

Monolog adalah adegan sandiwara dengan pelaku tunggal yang membawakan beragam percakapan seorang diri.

Sedangkan FLS2N adalah ajang festival dan lomba seni siswa yang diselenggarakan tiap tahun oleh dinas pendidikan  provinsi se-Indonesia, kemudian para juara provinsi berlomba lagi di ajang serupa pada tingkat nasional untuk menentukan siapa yang terbaik.

Raihan Afif, siswa SMAN 1 Sinabang, Kabupaten Simeulue, berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional bulan ini.
Raihan Afif, siswa SMAN 1 Sinabang, Kabupaten Simeulue, berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional bulan ini. (tampilan video)

FLS2N kali ini berlangsung sejak 18 hingga 21 September di Jakarta.

Dari 14 cabang lomba untuk tingkat SMA dan 8 untuk SMK pada ajang ini, Aceh mengirim 19 finalis dari 10 cabang. Meliputi enam dari tingkat SMA (film pendek, fotografi,  jurnalistik, menyanyi solo putri, monolog, tari kreasi) dan empat dari SMK (cipta lagu, kreativitas musik tradisi, kriya, dan tari kreasi).

Mereka bertolak ke Jakarta pada 17 September lalu, dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, dan didampingi ke Jakarta oleh Raudhatul Husna dari Dinas Pendidikan Aceh.

Setelah berlomba selama dua hari pada sejumlah venue
di Jakarta, akhirnya pada Sabtu siang diumumkan nama-nama juara untuk setiap cabang seni yang dilombakan.

Utusan Aceh berhasil meraih enam kemenangan. Selain dua orang dari cabang monolog (Raihan Afif dan Walpa Putri), Aceh juga mencatat prestasi di cabang tari kreasi.

Di cabang ini, utusan Aceh meraih medali perak atas nama Muhamad Chairil Rajiqin dari SMKN 1 Takengon, Aceh Tengah.

Berikutnya, Zalfa Syakila, siswi SMAN 1 Takengon, meraih juara harapan 1 lomba fotografi.

Aceh juga juara harapan 1 di cabang vokal solo putri atas nama Shadrina Thahira, siswi SMAN 1 Kota Banda Aceh.

Terakhir, juara harapan 2 untuk cabang jurnalistik diraih oleh Kharaida dari SMAN Modal Bangsa, Aceh Besar. 

Selain enam nama yang meraih juara tersebut, inilah nama-nama finalis dari Aceh ke ajang FLS2N Tahun 2024.

Rajiz Aulia, Jaizannayah, dan  Rian Saputra dari SMAN 1 Montasik, Aceh Besar,  untuk lomba cipta film pendek.

Sabilurrisyaf, SMAN Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, untuk cabang lomba fotografi. 

Berikutnya, Qhumaira Arca dan Alya Irfana, dari SMAN 7 Banda Aceh untuk cabang lomba tari kreasi.

Dari jajaran SMK, para finalis dari Aceh adalah Julia Mayasari, siswi SMKN 2 Lhokseumawe untuk cabang cipta lagu.

Untuk cabang kreativitas musik tradisi,  finalisnya adalah Tika Nazwa, Mulya Safira, Muhammad Daryl Rasyad, Winrival Melala Sagi, dan Aidham Juruan Nainggolan dari SMKN 1 Takengon.

Berikutnya, Fiona Ardilla, siswi SMKN Batee, Pidie, finalis di cabang lomba kriya.

Informasi tentang para juara naaional dan finalis dari Aceh ini diperoleh Serambinews.com,  Minggu (22/9/2024) pagi dari Khairida yang ikut lomba penulisan feature pada ajang FLS2N ini.

Sebelumnya, saat memasuki ajang semifinal, karya Kharaida berjudul Potret Barongsai di Negeri Syariat terpilih sebagai ranking 1 se-Indonesia dengan capaian skor 285.

Itu sebab, Kharaida berhak mewakili Aceh ke ajang FLS2N 2024 yang dilaksanakan di Jakarta. 

Ia bersaing dengan sembilan finalis lainnya se-Indonesia, antara lain dari Jawa Barat, Jambi, Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, dan Papua.

Selama di Jakarta, kata Kharaida, pada hari pertama kegiatan  yang ia ikuti adalah tur jurnalistik ke Newsroom Kompas di kawasan Palmerah, Jakarta.

Pada hari kedua, finalis lomba feature diminta panitia untuk memperbaiki naskah lomba yang tempo hari masuk final.

Pada hari ketiga, para finalis diminta dewan juri untun meliput penampilan/atraksi seni yang ditampilkan pada ajang FLS2N yang mereka ikuti.

"Lumayan repot juga membuat reportasenya dalam genre feature karena 
harus ada lima narasumber yang diwawancarai," ungkapnya.

Setelah  mewawancara narasumber, dilanjutkan dengan penulisan liputan bergenre news feature. 

Kemudian, para finalis mempresentasikan karyanya dan diwawancarai oleh para juri. 

Barulah pada Sabtu siang hingga sore nama-nama juara dari setiap cabang lomba diumumkan.

"Saya sudah berupaya sekuat tenaga, menulis karya yang terbaik. Tapi mohon maaf, saya hanya dapat mempersembahkan juara harapan 2 untuk Aceh," kata Kharaida. 

Anak-anak Aceh keren

Menanggapi ada enam dari sepuluh cabang lomba yang dimenangkan para finalis dari Aceh,  Kepala Dinas Pendidikan Marthunis ST DEA berucap singkat, 
"Alhamdulillah. Keren memang anak-anak Aceh."

Ia mengucapkan selamat kepada yang meraih juara dan mohon bersabar kepada yang belum beruntung menjadi juara di tingkat nasional tahun ini.

Pengalaman menjadi finalis di level nasional pun, menurutnya, sudah merupakan prestasi yang membanggakan. Apalagi ajang FLS2N ini diikuti oleh seluruh SMA dan SMK dalam negeri, maupun SMA Indonesia yang ada di luar negeri, di antaranya yang ada di Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Bagi finalis dari Aceh yang belum juara tahun ini, diimbau Kadisdik Aceh untuk lebih serius lagi berlatih, mempersiapkan diri lebih matang untuk ajang lomba lainnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved