Minggu, 26 April 2026

Perang Gaza

Israel Terbakar, Badai Roket Hizbullah Guncang Pangkalan Udara Ramat David di Timur Haifa 

Pada hari Sabtu, tentara Israel mengatakan pihaknya telah melancarkan ratusan serangan udara di Lebanon selatan dalam upaya untuk membatalkan serangan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS X
Video beredar di media sosial memperlihatkan roket Hizbullah jatuh jauh ke dalam wilayah timur Haifa yang diduduki sehingga menyulutkan kebakaran. 

SERAMBINEWS.COM - Hizbullah mengatakan pihaknya meluncurkan puluhan roket ke Pangkalan Udara Ramat David Israel, sebelah timur Haifa, sebagai tanggapan atas serangkaian serangan Israel yang menewaskan warga sipil di Lebanon.

Sirene diaktifkan di seluruh Israel utara pada dini hari Minggu.

Jika terkonfirmasi, serangan itu akan menjadi serangan terjauh Hizbullah di Israel sejak dimulainya bentrokan lintas-perbatasan yang sedang berlangsung pada Oktober tahun lalu.

Militer Israel mengatakan 10 roket diluncurkan dari Lebanon dan sebagian besar berhasil dicegat.

Sementara itu video beredar di media sosial memperlihatkan roket Hizbullah jatuh jauh ke dalam wilayah timur Haifa yang diduduki sehingga menyulutkan kebakaran.

Pada hari Sabtu, tentara Israel mengatakan pihaknya telah melancarkan ratusan serangan udara di Lebanon selatan dalam upaya untuk membatalkan serangan Hizbullah.

Baca juga: Daftar Komandan Hizbullah yang Diduga Tewas Dibunuh Israel di Beirut

Militer Israel juga mengeluarkan pembatasan pada pertemuan besar di Israel utara, termasuk Haifa – kota terbesar ketiga di negara itu.

Melaporkan dari Beirut, Ali Hashem dari Al Jazeera menyoroti pentingnya serangan kelompok Lebanon tersebut.

“Ini adalah pertama kalinya sejak perang tahun 2006 rudal Hizbullah melintasi jarak lebih dari 20 km (12 mil)," kata Hashem.

“Ini adalah pertama kalinya mereka menyerang target sejauh 45 km (30 mil), 50 km (31 mil), karena kami mendengar laporan mengenai dampak atau intersepsi di beberapa area, termasuk di atas Pangkalan Udara Ramat David di sebelah timur Haifa.”

Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan pihaknya melakukan serangan itu dengan apa yang disebut roket Fadi 1 dan Fadi 2, bukan roket Katyusha era Perang Dunia II buatan Soviet yang telah digunakannya selama beberapa bulan terakhir.

Serangan roket terbaru terjadi setelah seminggu serangan Israel di Lebanon.

Pada hari Selasa dan Rabu, perangkat komunikasi nirkabel yang terkait dengan Hizbullah meledak di Lebanon, melukai ribuan orang dan menewaskan puluhan orang, termasuk warga sipil. Lebanon menyalahkan Israel atas serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut.

Israel juga melakukan serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada hari Jumat yang menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai puluhan lainnya.

Komandan senior Hizbullah Ibrahim Aqil termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan yang menghancurkan seluruh bangunan tempat tinggal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved