Cahaya Aceh
Wisata Alam Tui Jeuringei Padang Tiji Pidie, Cocok Banget untuk Healing
Air sungai yang bening dan menghijau di antara bongkahan batuan besar menjadi daya tarik Tui Jeuringei.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Safriadi Syahbuddin
"Saya membawa keluarga, termasuk anak-anak bermain di sini. Alamnya sangat menyenangkan," kata Sukmawati lagi.
Secara terpisah, Camat Padang Tiji, Asriadi SSos, kepada Serambinews.com, Minggu (22/9/2024) menyebutkan, tercatat enam lokasi wisata terletak di Padang Tiji.
Selain Tui Jeuringei, ada pemandian Lingkok Kuwieng di Gampong Pulo Hagu, Tui Gajah di Gampong Jok Tanjong, Agropark di Gampong Mesjid Tanjong, wisata buah di Gampong Kupula Tanjong dan Bendungan Rajui di Gampong Mesjid Tanjong.
"Kelima objek wisata itu bukan destinasi baru, melainkan lokasi lama. Saat ini, objek wisata tersebut dipersolek dengan konsep kekinian, sehingga menarik bagi pengunjung," ujarnya.
Ia mengungkapkan, untuk wisata alam Tui Jeuringei salah satu lokasi wisata yang eksotis. Sebab, Tui Jeuringei belum ramai diketahui masyarakat.
Air sungai yang bening dan menghijau di antara bongkahan batuan besar menjadi daya tarik Tui Jeuringei. Pengunjung makin betah berlama-lama menikmati panorama alam yang masih asri.
Selain itu, dinding sungai dengan bebatuan terukir yang sangat menakjubkan, seakan mengajak pengunjung mengingat masa lampau, yang kaya dengan hasil karya manusia dengan berbagai ukiran.
Lokasi pemandian di sungai objek wisata Tui Jeuringei sepanjang 15 km, yang bisa dimamfaatkan warga untuk mandi.
"Pengunjung yang melompat dari tebing saat mandi harus hati-hati, agar tidak kena dinding sungai. Sebab, dinding sungai itu berbentuk gua," kata Asriadi.

Menurutnya, objek wisata Tui Jeuringei hampir sama dengan Lingkok Kuwieng, yang memiliki panorama alam yang indah dan air warna hijau.
Tui Jeuringei dengan jarak tempuh sekitar 7 kilo dari pusat pasar Padang Tiji. Rute yang ditempuh melalui jalan Bendungan Rajui.
Saat ini, 5 kilometer jalan menuju Tui Jeuringei telah diaspal. Sementara sisa 2 kilometer lagi masih dilapisi tanah.
"Jadi akses jalan sudah bagus sejak tahun 2022 telah diperbaiki, sehingga bisa menggunakan mobil menuju Tui Jeuringei.
Hanya satu titik jalan yang mendaki yang masih dilapisi tanah. Makanya, pengunjung kalau datang harus musim kemarau, jika musim hujan tidak bisa melintas," ujarnya.
Kata Asriadi, saat ini objek wisata Tui Jeuringei telah ramai dikunjugi wisata lokal pada, Sabtu dan Minggu. Pengunjung yang datang dari Pidie, Pidie Jaya, Bireuen dan Lhokseumawe.
Museum Keliling Masuk Sekolah, Alternatif Edukasi Kesadaran Mitigasi Bencana |
![]() |
---|
Selama Enam Bulan ke Depan, BPBA dan Disbudpar Aceh Gelar Pameran Kebencanaan |
![]() |
---|
Menyusuri Sabang, Surga Bahari di Ujung Barat Indonesia |
![]() |
---|
Aceh Perkusi 2025 di Aceh Utara Meriah, Acara Hingga Besok, Gubernur Mualem Tabuhkan Rapai Pasee |
![]() |
---|
Aceh Perkusi 2025 Berlangsung Meriah di Aceh Utara, Mualem Tabuhkan Rapai Pase |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.