Konflik Palestina vs Israel

Pimpinan Hizbullah Bersumpah, Umumkan Siap Hadapi Potensi Operasi Darat Israel

Pimpinan Hizbullah mengumumkan kelompok pejuang Islam itu bersumpah siap menghadapi potensi operasi darat Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
Cuplikan layar/Press TV
Wakil Pemimpin Hizbullah, Sheikh Naim Qassem menyampaikan pidato pertamanya sejak terbunuhnya Hassan Nasrallah pada Senin, 30 September 2024. 

Satu jam kemudian, militer Israel mengatakan telah menyerang peluncur Hizbullah yang digunakan untuk menembakkan rudal tersebut di Nafakhiyeh, Lebanon selatan.

Hizbullah terus menembakkan rentetan roket ke Israel sepanjang Rabu pagi.

Termasuk 40 roket yang diarahkan ke Safed, salah satunya langsung mengenai sebuah rumah di kota itu, menyebabkan kerusakan besar namun tidak menyebabkan korban luka.

Pejabat Israel menekankan, pertempuran akan terus berlanjut hingga Hizbullah berhasil dihalangi dan puluhan ribu penduduk di wilayah utara yang telah mengungsi selama hampir satu tahun dapat kembali ke rumah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, mereka sedang melakukan gelombang serangan udara "luas" terhadap target-target Hizbullah.

Target tersebut berada di Lebanon selatan dan Lembah Beqaa, menyerang lebih dari 100 target Hizbullah di Lebanon.

Hizbullah Terus Menyerang

Hizbullah terus menembakkan roket dan drone ke Israel pada Selasa malam dan Rabu dini hari, memicu sirene di kota-kota termasuk Zichron Yaakov dan Yokne'am.

IDF mengatakan lima roket diluncurkan Rabu pagi dari Lebanon ke daerah Carmel dan Wadi Ara di Israel utara, selatan Haifa.

Militer mengatakan beberapa roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, dan sedikitnya satu serangan dilaporkan. Tidak ada laporan korban luka dalam serangan itu.

Tak lama kemudian, IDF mengatakan bahwa jet tempur Israel menyerang peluncur roket Hizbullah di Tibnin, Lebanon selatan.

Sementara sebuah pesawat tak berawak yang ditembakkan ke daerah Atlit di selatan Haifa Selasa malam, serangan pesawat tak berawak Hizbullah terjauh sejak dimulainya perang.

Serangan ini menyebabkan kerusakan ringan dan memicu kebakaran, kata IDF.

Hizbullah mengklaim telah meluncurkan beberapa pesawat nirawak bermuatan bahan peledak ke pangkalan Atlit milik Angkatan Laut Israel, menampung unit komando Shayetet 13. 

Menurut IDF, tiga pesawat nirawak diluncurkan dalam serangan itu, dua di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan udara.

"Kebakaran terjadi akibat benturan di area tersebut, kerusakan kecil terjadi dan api berhasil dipadamkan," kata IDF dalam sebuah pernyataan.

Rumah Warga Dipasang Rudal di Lebanon

Israel semakin ketar-ketir, rumah warga pun kini dipasang rudal oleh kelompok pejuang Islam itu di Lebanon.

Temuan ini didapat oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebagai bukti amunisi Hizbullah ditempatkan di rumah-rumah.

Menurut Israel, senjata telah ditempatkan di rumah-rumah warga Lebanon.

Senjata ini disiapkan sebelum Israel diserang oleh serangan udara adalah rudal jelajah, roket dengan hulu ledak besar, dan pesawat nirawak.

Dalam satu kasus, IDF mengungkapkan gambar yang menunjukkan roket jarak jauh yang dipasang pada peluncur hidrolik dan berada di loteng rumah keluarga Lebanon.

“Kami menghancurkan apa yang dibangun oleh Hizbullah selama 20 tahun,” Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyatakan saat berkunjung ke ruang komando Direktorat Operasi IDF dikutip dari Times of Israel, Selasa (24/9/2024).

Sementara Juru Bicara IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, Israel melancarkan serangan terhadap sekitar 1.600 target Hizbullah di Lebanon pada Senin kemarin.

Sebagian besar serangan ditujukan pada senjata yang disimpan di rumah-rumah.

"(Termasuk) rudal jelajah yang dapat mencapai jarak ratusan kilometer, roket berat dengan hulu ledak 1.000 kilogram, roket jarak menengah yang dapat mencapai jarak hingga 200 kilometer, roket jarak pendek, dan kendaraan udara tak berawak bersenjata," kata Hagari.

Di sisi lain Kepala Staf IDF Letnan, Jenderal Herzi Halevi juga mengomentari serangan tersebut, menyebut kampanye tersebut sebagai operasi ofensif proaktif.

"Kami mengambil alih infrastruktur militer yang dibangun Hizbullah selama 20 tahun. Ini sangat penting," kata Halevi dalam video IDF di ruang komando bawah tanah.

"Kami menyerang target, mempersiapkan tahap selanjutnya… pada akhirnya, semuanya perlu ditujukan untuk menciptakan kondisi untuk mengembalikan penduduk [yang mengungsi] di utara ke rumah mereka," tambahnya.

Pernyataan Senin malam itu menyusul peringatan berulang kali dari pejabat Israel agar warga sipil Lebanon meninggalkan daerah tempat senjata Hizbullah disembunyikan.

Peringatan itu mengakibatkan puluhan ribu orang panik dan berlarian mencari tempat aman.

IDF mengklaim sambil menunjuk gambar yang memperlihatkan rudal jarak jauh yang bertengger di sistem peluncur hidrolik di sebuah ruangan berlapis bata.

Katanya rudal itu berada di loteng sebuah rumah di desa Houmine al-Tahta di Lebanon selatan.

"Rudal itu siap diluncurkan dari sebuah lubang di atap. Di bawah loteng, di lantai pertama, tinggal sebuah keluarga Lebanon, yang bertugas sebagai tameng hidup," kata Hagari.

"Ini adalah ancaman langsung dan nyata bagi warga sipil Israel, dan kami punya kewajiban untuk menyingkirkannya," tambahnya tanpa mengungkap bagaimana IDF memperoleh foto-foto tersebut, yang keasliannya belum bisa diverifikasi.

Namun, Israel mengatakan rekaman serangan terhadap rumah-rumah lainnya juga berfungsi sebagai bukti kecenderungan Hizbullah menggunakan rumah-rumah sebagai gudang senjata roket.

(Serambinews.com/Sara Masroni) 

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved