Luar Negeri
Claudia Sheinbaum Dilantik sebagai Presiden Perempuan Pertama Meksiko
Dalam suasana penuh antusiasme di lantai Kongres, seruan “Presidenta! Presidenta!” bergema ketika Sheinbaum, 62 tahun, mengucapkan sumpah jabatannya.
"Selama ini kita selalu dipimpin oleh laki-laki, dan mereka menganggap kami tidak mampu. Tapi kami mampu, kami adalah kepala keluarga."
Namun, dukungan ini juga dibayangi oleh kekhawatiran. Beberapa kritikus, termasuk Senator María Guadalupe Murguía dari oposisi, memperingatkan bahwa kekuasaan militer yang makin besar dan dominasi partai Morena di parlemen bisa mengancam sistem checks and balances.
"Jika kita ingin pemerintahan yang kuat, kontrol dan keseimbangan juga harus kuat," ujar Murguía
Di luar negeri, Sheinbaum juga menghadapi tantangan besar, terutama dari Amerika Serikat.
Pemilu Presiden AS pada 5 November mendatang menjadi perhatian serius, dengan kemungkinan kembalinya Donald Trump yang telah mengancam untuk menerapkan tarif 100 persen terhadap kendaraan yang dibuat di Meksiko.
Meskipun kebijakan ini mungkin melanggar perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA), dampaknya bisa sangat merugikan ekonomi Meksiko.
Sebelumnya, hubungan Meksiko dengan AS telah memanas ketika López Obrador mengumumkan “jeda” dalam hubungan dengan Kedutaan Besar AS di Meksiko, setelah kritik publik terkait reformasi yudisial.
Sheinbaum, yang memiliki latar belakang akademis di bidang energi, berjanji untuk mempromosikan efisiensi energi dan transisi ke sumber energi terbarukan.
Meskipun begitu, ia tetap berencana menjaga produksi minyak Meksiko pada tingkat 1,8 juta barel per hari, sebuah kebijakan yang dianggap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan latar belakangnya sebagai ilmuwan dan aktivis lingkungan, Sheinbaum diharapkan membawa pendekatan baru dalam menangani masalah lingkungan, termasuk perubahan iklim.
Namun, janji ini harus diuji di tengah ketergantungan ekonomi Meksiko pada produksi minyak.
Kebangkitan Politik Meksiko
Pelantikan Sheinbaum merupakan puncak kebangkitan politik Meksiko selama empat dekade, yang ditandai dengan pemilihannya yang bersejarah sebagai wanita pertama yang memimpin Mexico City.
| Kontroversi Paspor AS Bergambar Donald Trump Picu Kritik soal Narsisme Kekuasaan |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Rusia Lolos Blokade Iran di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Dapat “Lampu Hijau” untuk Aksi Militer di Kuba |
|
|---|
| Hadapi Ancaman Rudal China dan Rusia, Trump Bidik dengan Golden Dome |
|
|---|
| Singapura: Selat Malaka Lebih Rentan daripada Selat Hormuz jika AS–China Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Claudia-Sheinbaum-Dilantik-sebagai-Presiden-Perempuan-Pertama-Meksiko.jpg)