Konflik Palestina vs Israel
Israel vs Hizbullah Memanas, Ini Alasan Mahasiswa di Lebanon Belum Memilih Pulang ke Aceh
Ini alasan mahasiswa di Lebanon belum memilih pulang ke Aceh di tengah memanasnya konflik antara Israel vs kelompok pejuang Islam Hizbullah.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Ini alasan mahasiswa di Lebanon belum memilih pulang ke Aceh di tengah memanasnya konflik antara Israel vs kelompok pejuang Islam Hizbullah.
Salah satunya disampaikan Mahasiswa asal Aceh Tamiang yang saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana di Beirut Islamic University Lebanon, Ilham Akbar.
Ilham bercerita, terpaksa memilih menetap di Lebanon untuk sementara waktu karena beberapa alasan yang tidak bisa ditawar.
Salah satunya soal tanggungan pendidikan dan izin tinggal yang akan segera habis di Lebanon.
“Mendapat visa Lebanon cukup sulit, jika nantinya saya pulang ke Indonesia, izin tinggal di sana habis,” ungkap Ilham saat dihubungi Serambinews.com, Kamis (3/10/2024).
Baca juga: Nasib Mahasiswa Aceh di Lebanon Hari Ini: Tempati Shelter KBRI, Dibayangi Ketakutan
Baca juga: Babak Baru Penemuan Mayat Remaja di Aceh Besar Tinggal Kerangka, Ini Penjelasan Kasat Reskrim
Mahasiswa asal Aceh di Beirut Islamic University Lebanon itu bercerita, keadaan di sana makin hari semakin memburuk.
Terutama di wilayah Dahiye, distrik di wilayah selatan Kota Beirut yang menjadi basis dari Hizbullah, Lebanon Selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah penjajahan Israel.
Serangan juga terjadi Provinsi Bekaa dan Hermel yang berada di timur Lebanon.
“Sudah sejak Sabtu malam wilayah Dahiye ini digempur oleh jet-jet tempur Israel, bahkan dari kapal perangnya setiap malam,” ungkap Ilham.
“Ledakan-ledakan ini sangat terdengar oleh kami yang sejak Sabtu lalu sudah mengungsi di KBRI Beirut,” sambungnya.
Dikatakannya, setiap malam serangan terus dilancarkan Israel ke Lebanon, pola waktunya ditandai mulai tengah malam sampai menjelang subuh.
Meski demikian, sebagian tempat belum terlalu terdampak, terutama wilayah utara Lebanon.
Sementara selain Ilham, mahasiswa Aceh lainnya di Lebanon yakni Zain dari Bener Meriah dan Wahyu dari Aceh Barat Daya (Abdya) yang masing-masing berkuliah di Global University.
Kemudian seorang staf KBRI Beirut asal Banda Aceh, Vijarwadi.
Baca juga: Pimpinan Hizbullah Bersumpah, Umumkan Siap Hadapi Potensi Operasi Darat Israel
Khawatir Kebutuhan Pokok di Pasar Langka
Pihaknya juga mulai mengkhawatirkan ketersediaan logistik kebutuhan sehari-sehari di pasar yang ditakutkan akan langka, hal ini akibat keadaan semakin hari belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Meski demikian, sampai saat ini kami belum menemukan kesulitan untuk membeli keperluan sehari-hari dan harga sebagian barang masih normal,” kata Ilham.
Kemudian ketika ditanya apa yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Aceh di Lebanon, mahasiswa Beirut Islamic University Lebanon memastikan tercukupi.
“Saat ini kami berada di Shelter KBRI Beirut dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh negara,” pungkasnya.
Jepang Instruksikan Warganya Tinggalkan Lebanon
Sementara di sisi lain, perang Israel yang sudah meletus di Timur Tengah, Jepang instruksikan warganya tinggalkan Lebanon.
"Tokyo mendesak warganya untuk meninggalkan Lebanon," kata juru bicara pemerintah Jepang dikutip dari Times of Israel, Jumat (27/9/2024).
Hal itu bersamaan laporan media mengenai rencana untuk mengirim pesawat militer guna mengevakuasi mereka.
Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshimasa Hayashi mengatakan, saat ini pihaknya sedang memantau keselamatan warga negaranya di Lebanon.
"Saat ini kami tengah memeriksa keselamatan warga negara Jepang yang tinggal di Lebanon," kata Hayashi.
"Sekaligus mendesak mereka untuk meninggalkan negara ini sementara penerbangan komersial reguler masih beroperasi," tambahnya.
Sementara itu, media Jepang melaporkan, pengaturan saat ini sedang dilakukan pemerintah untuk mengirim pesawat militer ke Yordania di mana mereka akan bersiaga.
Pesawat angkut C-2 akan dikerahkan untuk mengevakuasi sekitar 50 warga negara Jepang yang saat ini berada di Lebanon.
Demikian tulis sejumlah media termasuk Kyodo News, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya.
Israel Mulai Berani Invasi Negara Lain?
Sementara diberitakan sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) instruksikan warga Lebanon untuk mengungsi, mulai berani invasi negara lain?
IDF mengeluarkan pesan dalam bahasa Arab pada Rabu pagi mendesak warga sipil Lebanon mengungsi dari rumah mereka karena keberadaan senjata Hizbullah.
Israel juga memperingatkan warga Lebanon belum aman untuk kembali.
“Demi keselamatan Anda, jangan kembali ke rumah sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” demikian bunyi pesan tersebut dikutip dari Times of Israel, Kamis (26/9/2024).
IDF menekankan, militer Israel terus melancarkan gelombang serangan lainnya terhadap target-target Hizbullah di Lebanon.
Israel menghantam operasi Hizbullah, puluhan depot senjata termasuk yang menyimpan rudal jelajah, peluncur rudal presisi dan infrastruktur lainnya.
Militer mencatat bahwa ledakan susulan dapat dilihat dalam rekaman setelah serangan, “yang mengindikasikan bahwa banyak senjata disimpan di fasilitas tersebut.”
Diketahui perang terus berkecamuk dan semakin meluas, saling serang antara kelompok pejuang Islam Hizbullah dari Lebanon dan Israel masih terjadi hingga saat ini.
Terbaru Hizbullah untuk pertama kalinya berhasil menembakkan rudal ke jantung Kota Tel Aviv, kelompok pejuang Islam itu menargetkan markas intelijen Israel atau Mossad.
“Hizbullah mengklaim telah menargetkan markas besar Mossad di dekat Herzliya, sebuah kota dekat Tel Aviv dengan rudal balistik Qader 1,” tulis laporan tersebut.
Serangan di wilayah Tel Aviv terjadi di tengah kekerasan lintas perbatasan yang berlangsung selama beberapa hari di wilayah utara.
Hizbullah terus menembakkan rentetan roket ke Israel sepanjang Rabu pagi.
Hal itu memicu bunyi sirene di kota Israel dan daerah sekitarnya.
Meski demikian menurut IDF, pihaknya mencegat rudal tersebut menggunakan sistem pertahanan David's Sling.
Belum ada laporan tentang cedera atau kerusakan di sana.
Satu jam kemudian, militer Israel mengatakan telah menyerang peluncur Hizbullah yang digunakan untuk menembakkan rudal tersebut di Nafakhiyeh, Lebanon selatan.
Hizbullah terus menembakkan rentetan roket ke Israel sepanjang Rabu pagi.
Termasuk 40 roket yang diarahkan ke Safed, salah satunya langsung mengenai sebuah rumah di kota itu, menyebabkan kerusakan besar namun tidak menyebabkan korban luka.
Pejabat Israel menekankan, pertempuran akan terus berlanjut hingga Hizbullah berhasil dihalangi dan puluhan ribu penduduk di wilayah utara yang telah mengungsi selama hampir satu tahun dapat kembali ke rumah.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, mereka sedang melakukan gelombang serangan udara "luas" terhadap target-target Hizbullah.
Target tersebut berada di Lebanon selatan dan Lembah Beqaa, menyerang lebih dari 100 target Hizbullah di Lebanon.
Hizbullah Terus Menyerang
Hizbullah terus menembakkan roket dan drone ke Israel pada Selasa malam dan Rabu dini hari, memicu sirene di kota-kota termasuk Zichron Yaakov dan Yokne'am.
IDF mengatakan lima roket diluncurkan Rabu pagi dari Lebanon ke daerah Carmel dan Wadi Ara di Israel utara, selatan Haifa.
Militer mengatakan beberapa roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, dan sedikitnya satu serangan dilaporkan. Tidak ada laporan korban luka dalam serangan itu.
Tak lama kemudian, IDF mengatakan bahwa jet tempur Israel menyerang peluncur roket Hizbullah di Tibnin, Lebanon selatan.
Sementara sebuah pesawat tak berawak yang ditembakkan ke daerah Atlit di selatan Haifa Selasa malam, serangan pesawat tak berawak Hizbullah terjauh sejak dimulainya perang.
Serangan ini menyebabkan kerusakan ringan dan memicu kebakaran, kata IDF.
Hizbullah mengklaim telah meluncurkan beberapa pesawat nirawak bermuatan bahan peledak ke pangkalan Atlit milik Angkatan Laut Israel, menampung unit komando Shayetet 13.
Menurut IDF, tiga pesawat nirawak diluncurkan dalam serangan itu, dua di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan udara.
"Kebakaran terjadi akibat benturan di area tersebut, kerusakan kecil terjadi dan api berhasil dipadamkan," kata IDF dalam sebuah pernyataan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.