Perang Gaza

Pelapor PBB: Bagi Israel Semua Teroris, Pantas Mati, Pria, Wanita, dan Anak-anak

Investigasi oleh sumber-sumber Palestina telah mengungkap bukti, termasuk video, di mana komandan dan tentara Israel menjelaskan bagaimana mereka mene

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/AFP
Seorang wanita berduka saat memegang jenazah anaknya yang terbunuh dalam serangan Israel di sekolah Zeitoun di Kota Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan Palestina dan Lebanon secara efektif telah menjadi tempat di mana tidak ada warga sipil di mata militer Israel.

"Semua teroris, pantas mati. Pria, wanita, anak-anak," tulisnya dalam sebuah posting di X. "Kekejaman ini harus berakhir."

Investigasi oleh sumber-sumber Palestina telah mengungkap bukti, termasuk video, di mana komandan dan tentara Israel menjelaskan bagaimana mereka menembaki warga sipil tak bersenjata di zona perang.

Menteri Luar Negeri Iran: Ada Inisiatif untuk Gencatan Senjata di Gaza

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah bertemu mitranya dari Suriah, Bassam al-Sabbagh, di Damaskus sebelum bertemu dengan pejabat lainnya.

Setelah tiba di ibu kota Suriah setelah kunjungan ke Beirut, ia mengatakan kepada wartawan bahwa mencapai gencatan senjata Gaza tetap menjadi prioritas.

Baca juga: Israel Klaim Bunuh Rawhi Mushtaha Tangan Kanan Yahya Sinwar dan 2 Pejabat Hamas di Gaza

“Ada inisiatif dan negosiasi yang telah dilakukan, yang kami harap akan membuahkan hasil,” kata Araghchi.

“Namun sayangnya, permusuhan dan kejahatan rezim Zionis terus berlanjut. Rezim tersebut tidak mengenal bahasa lain selain kekerasan dan perang dan terus melakukan kejahatannya di Gaza dan Beirut setiap hari. Kita membutuhkan upaya kolektif di komunitas global untuk menghentikan kejahatan ini.”

Hizbullah Serang Kumpulan Tank Merkava dengan Rudal Antitank, Tentara Israel Tewas dan Luka-luka

Hizbullah mengatakan para pejuangnya menggunakan peluru kendali antitank menyerang kumpulan tank Merkava Israel saat tank itu maju di wilayah Hutan Maroun, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Hizbullah telah mengklaim tujuh serangan terhadap pasukan Israel sejauh ini saat mereka mencoba memperluas invasi darat ke Lebanon, dengan yang terbaru menggunakan salvo rudal Fadi 1 untuk menghantam pangkalan militer Ramat David di dekat kota utara Haifa, sekitar 45 km (30 mil) dari perbatasan Lebanon.

Kelompok itu juga mengatakan para pejuangnya meluncurkan sejumlah rentetan roket untuk menargetkan tentara Israel di dekat perbatasan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved