Cahaya Aceh
Sejuknya Air Pemandian Mata Ie, Spot Wisata Legendaris dan Penuh Kenangan
Hingga kini, tak banyak yang berubah dari Kolam Mata Ie, bentuk dan ukuran kolamnya masih sama. Pohon-pohon yang besar masih menutupi area kolam.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar, sepertinya tak ada yang tak mengetahui kolam pemandian Mata Ie. Kolam ini berada di kaki pegunungan Mata Ie, kawasan Rindam Iskandar Muda, yang masuk ke wilayah Gampong Geundring, Aceh Besar.
Kesejukan airnya dan rimbunnya pohon yang menutupi kolam akan membekas di ingatan para pengunjung.
Kolam pemandian ini bisa dikatakan objek wisata paling legendaris di Aceh. Karena sudah melewati lintas zaman dan generasi.
Berdasarkan catatan, kolam ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Sumber airnya berasal dari mata air yang ada di pegunungan sekitarnya.
Jadi bagi anak-anak generasi 80-an, yang kini sudah bersusia 40-50-an tahun, kolam Mata Ie adalah kenangan masa kecil mereka yang hingga kini masih terawatt dan tak pernah berubah bentuk.
Dulu, Mata Ie, menjadi tempat rekreasi dan belajar berenang bagi anak-anak Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Dulu di tahun 80-an sampai 90-an itu, Kolam Mata Ie itu sangat ramai, karena dulu belum ada waterboom, orang-orang kalau mau mandi-mandi ya kesana. Itu kalau hari minggu perginya bisa rombongan, naik labi-labi,” ujar Abdul Jalil, yang dulu menetap di Keutapang.
Katanya, dulu berekreasi ke Mata Ie sudah sangat keren dan menyenangkan. Bahkan, banyak anak-anak remaja di masa itu bisa belajar berenang karena ada kolam Mata Ie.
Lalu ada Alwi yang kini menetap di Meulaboh, ia mengaku dulu sejak usia 5 tahun sering dibawa orang tuanya mandi ke kolam Mata ie. Nah, saat ini ia juga masih sering berkunjung kesana untuk membawa anak-anaknya mandi. “Sangat banyak kenangan di kolam Mata Ie,” ujarnya.

Yah begitulah sebuah tempat yang sudah melewati lintas zaman, jika dulu mereka dibawa oleh orang tuanya untuk belajar berenang di sana, kini mereka justru datang kembali membawa anak-anaknya untuk belajar berenang. Jadi sangat cocok jika dijuluki sebagai kolam legendaris, karena pengunjungnya sudah berganti-ganti generasi.
Maka tak heran, bagi sebagian orang, berkunjung ke Mata Ie adalah nostalgia, seperti napak tilas ke masa lalu.
Hingga kini, tak banyak yang berubah dari Kolam Mata Ie, bentuk dan ukuran kolamnya masih sama. Pohon-pohon yang besar masih menutupi area kolam.
Airnya yang berwarna kehijauan dan sejuk, masih jadi ciri khas permandian legendaris tersebut. Di aliran sungainya, warga setempat masih memanfaatkannya untuk menyuci baju.
Mata Ie memang tak lekang oleh zaman. Saat objek wisata lain mengalami kemunduran hingga ditinggal pengunjung, karena berganti destinasi. Mata ie tempat menjadi tujuan bagi sebagian warga.
Setiap harinya, ratusan orang berkunjung ke kolam ini. Mereka tak hanya warga Banda Aceh, tapi juga banyak warga luar Banda Aceh dan Aceh Besar.
Duta Besar Belanda dan Konjen Jepang Kagumi Museum Tsunami Aceh |
![]() |
---|
Museum Keliling Masuk Sekolah, Alternatif Edukasi Kesadaran Mitigasi Bencana |
![]() |
---|
Selama Enam Bulan ke Depan, BPBA dan Disbudpar Aceh Gelar Pameran Kebencanaan |
![]() |
---|
Menyusuri Sabang, Surga Bahari di Ujung Barat Indonesia |
![]() |
---|
Aceh Perkusi 2025 di Aceh Utara Meriah, Acara Hingga Besok, Gubernur Mualem Tabuhkan Rapai Pasee |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.