Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Bireuen

Simulasi Modul, Puluhan Murid SD Kutablang Bireuen Berkunjung ke Paya Nie

Para murid SD tersebut berjumlah 80 orang yaitu dari SDN 8 Desa Blang Mee, SDN 9 Paloh Raya dan SDN 5 Gle Putoh,

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Modul-Para murid SD mengikuti simulasi modul ajar tentang lingkungan hidup di rawa Paya Nie, kawasan Desa Blang Mee, Kutablang, Bireuen. SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS 

Para murid SD tersebut berjumlah 80 orang yaitu dari SDN 8 Desa Blang Mee, SDN 9 Paloh Raya dan SDN 5 Gle Putoh,

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Melengkapi data pendukung dan simulasi modul pelajaran pendidikan lingkungan hidup, puluhan murid SDN di Kutablang Bireuen, Selasa (8/10/2024) bersama gurunya dibawa ke Paya Nie, Kutablang Bireuen kawasan Desa Blang Mee, Kutablang.

Para murid SD tersebut berjumlah 80 orang yaitu dari SDN 8 Desa Blang Mee, SDN 9 Paloh Raya dan SDN 5 Gle Putoh, Kutablang Bireuen.

Kegiatan simulasi modul ajar juga dihadiri Kadisdikbud Bireuen, perwakilan dari DLHK Bireuen, perwakilan PT PIM dan Universitas Almuslim, Peusangan Bireuen.

Kegiatan simulasi modul ajar tersebut bertujuan menumbuh kembangkan kesadaran konservasi lahan basah dan kreativitas belajar bagi siswa sekolah dasar akan berlangsung selama tiga ke depan.

Direktur Aceh Wetland Foundation (AWF) Yusmadi Yusuf dalam sambutanya uji modul antara lain mengatakan, dalam ujicoba ada tutor yang mendampingi ada empat tema yaitu tentang. habitat, bentang alam, flora fauna, aktivitas masyarakat.  

Habitat lahan basah yang banyak aneka ragam hayati yang burung setiap musim menjadi tempat transit di Paya nie.

 Menyediakan beberapa informasi produksi hasil ibu ibu dari lahan basah rawa gambut i serta beberapa bening ikan dan bibit pohon.

Keuchik Blang Me Erizal SPd mengatakan akan komitmen menjaga Paya Nie sebagai tempat penampungan air dan akan terus dapat dikembangkan sesuai harapan lainnya untuk kelanjutan pengembangan dan pemeliharaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bireuen Muslem MSi  saat membuka simulasi antara lain mengatakan, semua harus sangat peduli terhadap  lingkungan untuk konservasi.

Modul ajar yang dirancang sejak lama tentang pendidikan lingkungan hidup untuk dapat diterapkan di
sekolah.

Pengenalan endemi asli paya rawa lahan basah gambut Paya Nie harus dilindungi.

 “Selama ini di sekolah anak-anak hanyalah teori tentang lingkungan hidup, hari ini saatnya mengenal langsung terhadap rawa dan habitat yang ada maka kehadiran anak-anak hari ini lebih mengenal
gambaran nyata disini,” ujarnya.

Masyarakat hidup seputaran waduk juga banyak membantu dari hasil Ekoduwisata yang ada di rawa gambut Paya Nie yang luas 262 hektar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved